Connect with us

Moto GP

Alex Rins Akui Sempat Diragukan untuk Bangkit di GP Portugal

Published

on

Alex Rins

Pembalap Suzuki, Alex Rins, mengklaim bahwa banyak yang tidak percaya bahwa dirinya bisa bangkit dengan melaju dari urutan ke-23 hingga finis di tempat keempat di GP Portugal MotoGP 2022.

Sebuah blunder dalam strategi membuat Rins gagal pada Q1 sesi kualifikasi di Portimao pada akhir pekan lalu, dan membuatnya terkapar di urutan ke-23 pada saat start.

Namun, performa brilian sejak balapan dimulai membuatnya berhasil memangkas ketertinggalan dan bersaing di urutan ke-11 pada lap pembuka.

Alex Rins dalam GP Portugal (Image: Getty)

Laju Rins tak terhentikan hingga dia bersaing untuk urutan keenam bersama Marc Marquez, Aleix Espargaro, Alex Marquez, dan Miguel Oliveira, sebelum kejatuhan Joan Mir dan Jack Miller membuat Alex Rins naik ke urutan keempat.

“Ya, itu adalah balapan yang bagus. Kami menyudahi balapan lumayan di depan, kami meraih cukup banyak poin penting,” kata Rins, sebagaimana dikutip dari Motorsport.

“Namun bagi saya itu adalah balapan yang bagus. Saya percaya [bahwa saya bisa bangkit] tak banyak yang memercayai bahwa saya bisa balapan sebagus itu.

“Namun demikian, saya mencoba hingga akhir. Ketika mencoba untuk membalap Aleix [Espargaro], ban depan saya agak hancur dan saya mulai merasa kemunduran yang luar biasa. Jadi saya memilih untuk tetap [di belakang], untuk tetap di urutan keempat. Poin yang bagus untuk kejuaraan.”

Baca Juga:

Alex Rins dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP

Dengan tambahan 13 poin dari GP Portugal, Alex Rins kini menempati urutan kedua klasemen sementara pembalap MotoGP dengan koleksi 69 poin.

Dia mengumpulkan jumlah poin yang sama dengan Fabio Quartararo yang memuncaki klasemen. Namun, karena belum pernah menang, maka Rins tetap di urutan kedua selagi sang pembalap Yamaha menjadi pemuncak.

Klasemen pembalap MotoGP GP Portugal

Moto GP

Fabio Quartararo Sebut Dirinya Bukan Favorit Juara MotoGP 2022

Published

on

By

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo mengatakan bahwa dirinya bukanlah pilihan favorit untuk memperebutkan titel juara MotoGP 2022, setelah mengalami kesulitan lagi pada GP Prancis, Minggu (15/5) kemarin.

Sang pembalap Yamaha diharapkan untuk berjuang memperebutkan posisi terdepan di Sirkuit Le Mans pada akhir pekan kemarin, setelah memperlihatkan penampilan yang menjanjikan selama akhir pekan kemarin pada sesi latihan bebas.

Namun, dia mengawali balapan dengan buruk dari posisi keempat di grid dan sempat terdampar ke urutan kedelapan pada suatu waktu saat balapangan.

Quartararo pada akhirnya sukses bangkit dan menempati urutan keenam, namun dia tertahan oleh Aleix Espargaro di depannya.

Hasil MotoGP Prancis

Keberuntungan menaunginya setelah sejumlah pembalap di depan, termasuk Pecco Bagnaia, mengalami crash yang membuat sang pembalap asa Prancis itu finis di urutan keempat.

Namun dari hasil balapan di tanah airnya sendiri tersebut, Fabio Quartararo menyadari bahwa dirinya bukanlah unggulan untuk memenangkan titel juara MotoGP 2022, meskipun masih memuncaki klasemen sementara pembalap pada saat ini.

Baca Juga:

Fabio Quartararo merasa inferior di hadapan Pecco Bagnaia

“Tidak, saya bukanlah unggulan sejauh ini,” kata sang juara dunia MotoGP pada musim 2021 lalu tersebut, dikutip dari Motorsport.

“Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah untuk tidak membuat kesalahan. Jika saya tidak membuat kesalahan, maka saya bisa ada di sana, karena kecepatan kami dalam setiap GP, terlepas dari Austin dan Qatar, melihat kepada kecepatan di Jerez, Pecco [Bagnaia] adalah yang tercepat.”

Bagnaia hanya berada di urutan ketujuh di klasemen sementara pembalap MotoGP pada saat ini, namun Quartararo mengakui terancam oleh sang pembalap Ducati tersebut.

Klasemen MotoGP GP Prancis

“Saya mengingat dalam satu balapan di musim lalu ketika Pecco memulai sebuah balapan di Portimao di P11, dia mampu untuk membalap,” lanjut Quartararo.

“Di balapan kedua, saya berada dalam situasi yang sama di P6 dan saya tetap berada di P6. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,s esjujurnya, karena saya harus mendorong diri saya hingga kepada batasnya. Saya mencapai batas di mana pun. Namun saya bahkan tidak bisa mencoba.

“Ini adalah hal yang paling memfrustasikan. Anda ada di lap terakhir, dan meskipun Anda tertinggal satu sentimeter, mereka berakselerasi dan menarik diri. Dan kemudian Anda kehilangan sepersepuluh. Inilah sebabnya saya tidak merasa sebagai unggulan tahun ini.”

Continue Reading

Moto GP

Kegemilangan Enea Bastianini Bikin Pecco Bagnaia Terancam

Published

on

By

Enea Bastianini

Enea Bastianini mengindikasikan bahwa Pecco Bagnaia tidak menginginkannya sebagai rekan setim di tim pabrikan Ducati karena itu bakal menyulitkannya.

Sang pembalap Gresini sukses merengkuh kemenangan ketiganya di MotoGP 2022 ini di Sirkuit Le Mans dalam GP Prancis di akhir pekan kemarin, setelah berhasil mengambil alih tahta pimpinan balapan dari Bagnaia pada lap ke-21.

Bastianini mempertahankan posisi terdepan hingga balapan usai, namun Bagnaia gagal finis karena mengalami crash pada beberapa tikungan berikutnya setelah terbalap.

Bastianini kini ada di peringkat ketiga klasemen sementara pembalap MotoGP 2022, memperebutkan gelar juara dunia dengan Fabio Quartararo dan Aleix Espargaro meskipun hanya mengendarai motor satelit Ducati.

Seiring dengan penampilan memukaunya pada musim ini, maka muncullah wacana seputar promosinya ke tim pabrikan Ducati untuk musim depan.

Jack Miller, Enea Bastianini, dan Aleix Espargaro di podium Le Mans (Image: Bestia23)

Jika demikian, maka Jack Miller bakal didegradasi ke tim satelit. Namun Enea Bastianini membeberkan fakta bahwa Pecco Bagnaia lebih suka pembalap asal Australia itu sebagai pendampingnya di lintasan.

“Saya tidak tahu. Saya bukanlah bos Ducati. Namun saya kira situasi saya lebih baik daripada para pembalap Ducati lainnya,” kata Bastianini ketika berbicara tentang promosinya ke tim pabrikan, dikutip dari Motorsport.

“Pecco kemarin [Sabtu, 14/5] mengatakan bahwa dia lebih suka untuk tetap bersama Jack [sebagai mitra]. Dan saya pikir itu keputusannya, saya tidak tahu apakah Ducati akan mendengarkannya.”

Baca Juga:

Enea Bastianini adalah ancaman

Lebih lanjut, Bastianini menduga bahwa Bagnaia tak mau berpisah dengan Miller karena Bastianini bisa menggesernya sebagai pembalap utama Ducati.

“Saya pikir dia lebih menyukai Miller karena dia adalah pemimpin Ducati dan dia mengetahui potensial saya, dan juga saya pikir [pembalap Pramac Ducati, Jorge] Martin. Itu bisa menjadi masalah untuknya,” tambah Bastianini.

Enea Bastianini (Image: Bestia23)

Continue Reading

Moto GP

Pol Espargaro Respons Rumor Bakal Didepak Honda

Published

on

By

Pol Espargaro

Pol Espargaro menyebut rumor bahwa dirinya bakal didepak oleh Honda pada akhir musim 2022 sebagai kabar bohong, dan bahwa dia tidak cemas perihal masa depannya di MotoGP.

Sang juara dunia Moto2 pada tahun 2013 tersebut baru bergabung dengan Honda pada musim lalu dengan dikontrak dua tahun. Dia diharapkan untuk tetap menjadi salah satu pembalap tim Repsol Honda setidaknya hingga 2023.

Namun demikian, seiring dengan kabar mengejutkan dari Suzuki yang berencana untuk membubarkan tim MotoGP setelah musim 2022 ini berakhir, maka rumor perubahan pembalap di grid pun tidak terelakkan.

Joan Mir dan Alex Rins (Image: Getty)

Dengan pembubaran Suzuki Ecstar, maka Joan Mir dan Alex Rins pun berstatus tanpa tim. Keduanya adalah para pembalap yang hebat dan tidak akan kekurangan peminat pada musim depan.

Selagi Mir membantah kaitan apa pun dengan Honda, Pol Espargaro juga menanggapi spekulasi tentang dirinya didepak dari Honda pada 2023.

Baca Juga:

Kata Pol Espargaro

“Ya, ada dua cara untuk menyebut ini: rumor atau kabar bohong. Kita hidup di dunia ketika kami semakin sering dikelilingi kabar bohong,” kata Espargaro, sebagaimana dikutip dari Motorsport.

“Itu dimulai oleh seorang jurnalis Italia [yang mengatakan sesuatu] bahwa Alberto [Puig, bos tim] mengatakan sesuatu setelah balapan [di Jerez]. Ini tidaklah benar, ini bohong. Namun seperti yang bisa kita lihat tentang politik di seluruh dunia yang sering dikaitkan dengan kabar bohong, itu sulit untuk dikendalikan.

Pol Espargaro (Image: Getty)

“Seorang jurnalis buruk bisa melakukan ini. Jadi, pada akhirnya saya katakan kepada kalian bahwa, hingga itu menjadi resmi, saya tidak akan mengomentari rumor. Rumor adalah rumor, kabar bohong adalah kabar bohong. Saya akan ada di sini hingga Valencia, ketika itu sudah resmi baru kita berbicara.”

Continue Reading

Trending