Connect with us

Moto GP

Dominan di GP Portugal, Fabio Quartararo Rebut Puncak Klasemen MotoGP

Published

on

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo kini menjadi pemuncak klasemen sementara pembalap MotoGP 2022, setelah berhasil memenangkan balapan di GP Portugal, Sirkuit Algarve, secara dominan pada Minggu (24/4) malam kemarin WIB.

Sang juara dunia 2021 sudah bersaing di posisi terdepan dengan Joan Mir sejak awal, melewati Johann Zarco yang mengawali balapan sebagai peraih pole position.

Zarco sempat terlempar ke posisi kelima dengan dilewati oleh rekan setimnya di Ducati Jack Miller dan Alex Marquez dari LCR Honda. Namun Zarco berhasil bangkit ke posisi tiga besar di akhir balapan.

Baca Juga:

Semenjak melewati Mir, Quartararo sudah memutuskan kemungkinan untuk dibalap jadi persaingan praktis hanya untuk meraih podium, bukan lagi tentang siapa yang terdepan.

Zarco masuk ke urutan kedua, Mir dan Miller bersaing ketat untuk memperebutkan tempat terakhir di podium, namun persaingan mereka berakhir antiklimaks lantaran Miller tergelincir dan menarik Mir bersamanya.

Insiden ini menyebabkan Aleix Espargaro naik ke urutan ketiga, selagi Alex Rins secara tiba-tiba finis di urutan keempat setelah mengawali balapan di grid pada urutan ke-23.

Rins meluncur deras di lap-lap awal hingga mampu menembus 10 besar dan kemudian bersaing dengan Alex Marquez dan Miguel Oliveira untuk posisi kelima.

Hasil balapan MotoGP Portugal

Fabio Quartararo geser Enea Bastianini

Sementara itu, Enea Bastianini harus merelakan tahtanya di puncak klasemen sementara pembalap MotoGP 2022 setelah tergelincir dai lap ke-10 dan gagal menyelesaikan balapan.

Kini, sang pembalap Gresini turun ke urutan keempat dengan raihan 61 poin selagi Quartararo mengambil alih pimpinan klasemen dengan koleksi 69 poin, sama seperti yang dikumpulkan oleh Rins.

Quartararo lebih berhak untuk menjadi pemuncak karena memiliki satu kemenangan dari dua kali meraih podium, sedangkan Rins belum pernah memenangkan balapan pada musim ini meski menembus podium dua kali.

Klasemen pembalap MotoGP GP Portugal

Moto GP

Fabio Quartararo Sebut Dirinya Bukan Favorit Juara MotoGP 2022

Published

on

By

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo mengatakan bahwa dirinya bukanlah pilihan favorit untuk memperebutkan titel juara MotoGP 2022, setelah mengalami kesulitan lagi pada GP Prancis, Minggu (15/5) kemarin.

Sang pembalap Yamaha diharapkan untuk berjuang memperebutkan posisi terdepan di Sirkuit Le Mans pada akhir pekan kemarin, setelah memperlihatkan penampilan yang menjanjikan selama akhir pekan kemarin pada sesi latihan bebas.

Namun, dia mengawali balapan dengan buruk dari posisi keempat di grid dan sempat terdampar ke urutan kedelapan pada suatu waktu saat balapangan.

Quartararo pada akhirnya sukses bangkit dan menempati urutan keenam, namun dia tertahan oleh Aleix Espargaro di depannya.

Hasil MotoGP Prancis

Keberuntungan menaunginya setelah sejumlah pembalap di depan, termasuk Pecco Bagnaia, mengalami crash yang membuat sang pembalap asa Prancis itu finis di urutan keempat.

Namun dari hasil balapan di tanah airnya sendiri tersebut, Fabio Quartararo menyadari bahwa dirinya bukanlah unggulan untuk memenangkan titel juara MotoGP 2022, meskipun masih memuncaki klasemen sementara pembalap pada saat ini.

Baca Juga:

Fabio Quartararo merasa inferior di hadapan Pecco Bagnaia

“Tidak, saya bukanlah unggulan sejauh ini,” kata sang juara dunia MotoGP pada musim 2021 lalu tersebut, dikutip dari Motorsport.

“Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah untuk tidak membuat kesalahan. Jika saya tidak membuat kesalahan, maka saya bisa ada di sana, karena kecepatan kami dalam setiap GP, terlepas dari Austin dan Qatar, melihat kepada kecepatan di Jerez, Pecco [Bagnaia] adalah yang tercepat.”

Bagnaia hanya berada di urutan ketujuh di klasemen sementara pembalap MotoGP pada saat ini, namun Quartararo mengakui terancam oleh sang pembalap Ducati tersebut.

Klasemen MotoGP GP Prancis

“Saya mengingat dalam satu balapan di musim lalu ketika Pecco memulai sebuah balapan di Portimao di P11, dia mampu untuk membalap,” lanjut Quartararo.

“Di balapan kedua, saya berada dalam situasi yang sama di P6 dan saya tetap berada di P6. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,s esjujurnya, karena saya harus mendorong diri saya hingga kepada batasnya. Saya mencapai batas di mana pun. Namun saya bahkan tidak bisa mencoba.

“Ini adalah hal yang paling memfrustasikan. Anda ada di lap terakhir, dan meskipun Anda tertinggal satu sentimeter, mereka berakselerasi dan menarik diri. Dan kemudian Anda kehilangan sepersepuluh. Inilah sebabnya saya tidak merasa sebagai unggulan tahun ini.”

Continue Reading

Moto GP

Kegemilangan Enea Bastianini Bikin Pecco Bagnaia Terancam

Published

on

By

Enea Bastianini

Enea Bastianini mengindikasikan bahwa Pecco Bagnaia tidak menginginkannya sebagai rekan setim di tim pabrikan Ducati karena itu bakal menyulitkannya.

Sang pembalap Gresini sukses merengkuh kemenangan ketiganya di MotoGP 2022 ini di Sirkuit Le Mans dalam GP Prancis di akhir pekan kemarin, setelah berhasil mengambil alih tahta pimpinan balapan dari Bagnaia pada lap ke-21.

Bastianini mempertahankan posisi terdepan hingga balapan usai, namun Bagnaia gagal finis karena mengalami crash pada beberapa tikungan berikutnya setelah terbalap.

Bastianini kini ada di peringkat ketiga klasemen sementara pembalap MotoGP 2022, memperebutkan gelar juara dunia dengan Fabio Quartararo dan Aleix Espargaro meskipun hanya mengendarai motor satelit Ducati.

Seiring dengan penampilan memukaunya pada musim ini, maka muncullah wacana seputar promosinya ke tim pabrikan Ducati untuk musim depan.

Jack Miller, Enea Bastianini, dan Aleix Espargaro di podium Le Mans (Image: Bestia23)

Jika demikian, maka Jack Miller bakal didegradasi ke tim satelit. Namun Enea Bastianini membeberkan fakta bahwa Pecco Bagnaia lebih suka pembalap asal Australia itu sebagai pendampingnya di lintasan.

“Saya tidak tahu. Saya bukanlah bos Ducati. Namun saya kira situasi saya lebih baik daripada para pembalap Ducati lainnya,” kata Bastianini ketika berbicara tentang promosinya ke tim pabrikan, dikutip dari Motorsport.

“Pecco kemarin [Sabtu, 14/5] mengatakan bahwa dia lebih suka untuk tetap bersama Jack [sebagai mitra]. Dan saya pikir itu keputusannya, saya tidak tahu apakah Ducati akan mendengarkannya.”

Baca Juga:

Enea Bastianini adalah ancaman

Lebih lanjut, Bastianini menduga bahwa Bagnaia tak mau berpisah dengan Miller karena Bastianini bisa menggesernya sebagai pembalap utama Ducati.

“Saya pikir dia lebih menyukai Miller karena dia adalah pemimpin Ducati dan dia mengetahui potensial saya, dan juga saya pikir [pembalap Pramac Ducati, Jorge] Martin. Itu bisa menjadi masalah untuknya,” tambah Bastianini.

Enea Bastianini (Image: Bestia23)

Continue Reading

Moto GP

Pol Espargaro Respons Rumor Bakal Didepak Honda

Published

on

By

Pol Espargaro

Pol Espargaro menyebut rumor bahwa dirinya bakal didepak oleh Honda pada akhir musim 2022 sebagai kabar bohong, dan bahwa dia tidak cemas perihal masa depannya di MotoGP.

Sang juara dunia Moto2 pada tahun 2013 tersebut baru bergabung dengan Honda pada musim lalu dengan dikontrak dua tahun. Dia diharapkan untuk tetap menjadi salah satu pembalap tim Repsol Honda setidaknya hingga 2023.

Namun demikian, seiring dengan kabar mengejutkan dari Suzuki yang berencana untuk membubarkan tim MotoGP setelah musim 2022 ini berakhir, maka rumor perubahan pembalap di grid pun tidak terelakkan.

Joan Mir dan Alex Rins (Image: Getty)

Dengan pembubaran Suzuki Ecstar, maka Joan Mir dan Alex Rins pun berstatus tanpa tim. Keduanya adalah para pembalap yang hebat dan tidak akan kekurangan peminat pada musim depan.

Selagi Mir membantah kaitan apa pun dengan Honda, Pol Espargaro juga menanggapi spekulasi tentang dirinya didepak dari Honda pada 2023.

Baca Juga:

Kata Pol Espargaro

“Ya, ada dua cara untuk menyebut ini: rumor atau kabar bohong. Kita hidup di dunia ketika kami semakin sering dikelilingi kabar bohong,” kata Espargaro, sebagaimana dikutip dari Motorsport.

“Itu dimulai oleh seorang jurnalis Italia [yang mengatakan sesuatu] bahwa Alberto [Puig, bos tim] mengatakan sesuatu setelah balapan [di Jerez]. Ini tidaklah benar, ini bohong. Namun seperti yang bisa kita lihat tentang politik di seluruh dunia yang sering dikaitkan dengan kabar bohong, itu sulit untuk dikendalikan.

Pol Espargaro (Image: Getty)

“Seorang jurnalis buruk bisa melakukan ini. Jadi, pada akhirnya saya katakan kepada kalian bahwa, hingga itu menjadi resmi, saya tidak akan mengomentari rumor. Rumor adalah rumor, kabar bohong adalah kabar bohong. Saya akan ada di sini hingga Valencia, ketika itu sudah resmi baru kita berbicara.”

Continue Reading

Trending