Connect with us

Moto GP

Joan Mir Geram dengan Keputusan Suzuki Bubarkan Tim MotoGP

Published

on

Joan Mir

Juara dunia MotoGP satu kali Joan Mir mengakui bahwa dirinya marah dengan keputusan Suzuki untuk membubarkan tim Suzuki Ecstar Team setelah musim 2022 berakhir.

Pada hari Kamis (12/5) kemarin, Suzuki mengonfirmasi niatan untuk membubarkan tim Suzuki Ecstar setelah MotoGP 2022 ini berakhir, dan bahwa mereka sedang mendiskusikannya dengan pihak Dorna.

Joan Mir (Image: Motorplus)

Alasan utamanya adalah karena tekanan ekonomi yang mencekik industri otomotif, dan bahwa mereka memfokuskan pendanaan sepenuhnya kepada pengembangan teknologi baru.

Joan Mir, yang melaksanakan debutnya di MotoGP bersama Suzuki pada tahun 2019 dan memenangkan titel juara dunia pada musim berikutnya, mengatakan bahwa tim ini merupakan salah satu yang spesial di paddock dan merasa geram dengan keputusan untuk berhenti karena alasan itu.

Baca Juga:

Joan Mir utarakan kekecewaan

“Saya marah untuk keputusan yang diambil oleh seseorang. Tim ini sangat hebat, ini merupakan salah satu tim yang spesial di paddock — orang-orang yang bekerja di sini membuatnya sangat spesial,” kata Mir di Le Mans jelang GP Prancis, dikutip dari Motorsport.

Joan Mir dan tim Suzuki Ecstar (Image: Getty)

“Saya tiba di sini empat tahun lalu, namun ada banyak orang yang bekerja di sini sebelum saya. Mereka telah bekerja sangat keras untuk menjadi juara pada 2020, tahun lalu di peringkat ketiga [di klasemen], dan juga pada tahun ini. Itu adalah sebuah pabrikan yang biasanya memperjuangkan kejuaraan pada setiap tahun sejak saya ada di sini.”

Moto GP

Pol Espargaro Respons Rumor Bakal Didepak Honda

Published

on

By

Pol Espargaro

Pol Espargaro menyebut rumor bahwa dirinya bakal didepak oleh Honda pada akhir musim 2022 sebagai kabar bohong, dan bahwa dia tidak cemas perihal masa depannya di MotoGP.

Sang juara dunia Moto2 pada tahun 2013 tersebut baru bergabung dengan Honda pada musim lalu dengan dikontrak dua tahun. Dia diharapkan untuk tetap menjadi salah satu pembalap tim Repsol Honda setidaknya hingga 2023.

Namun demikian, seiring dengan kabar mengejutkan dari Suzuki yang berencana untuk membubarkan tim MotoGP setelah musim 2022 ini berakhir, maka rumor perubahan pembalap di grid pun tidak terelakkan.

Joan Mir dan Alex Rins (Image: Getty)

Dengan pembubaran Suzuki Ecstar, maka Joan Mir dan Alex Rins pun berstatus tanpa tim. Keduanya adalah para pembalap yang hebat dan tidak akan kekurangan peminat pada musim depan.

Selagi Mir membantah kaitan apa pun dengan Honda, Pol Espargaro juga menanggapi spekulasi tentang dirinya didepak dari Honda pada 2023.

Baca Juga:

Kata Pol Espargaro

“Ya, ada dua cara untuk menyebut ini: rumor atau kabar bohong. Kita hidup di dunia ketika kami semakin sering dikelilingi kabar bohong,” kata Espargaro, sebagaimana dikutip dari Motorsport.

“Itu dimulai oleh seorang jurnalis Italia [yang mengatakan sesuatu] bahwa Alberto [Puig, bos tim] mengatakan sesuatu setelah balapan [di Jerez]. Ini tidaklah benar, ini bohong. Namun seperti yang bisa kita lihat tentang politik di seluruh dunia yang sering dikaitkan dengan kabar bohong, itu sulit untuk dikendalikan.

Pol Espargaro (Image: Getty)

“Seorang jurnalis buruk bisa melakukan ini. Jadi, pada akhirnya saya katakan kepada kalian bahwa, hingga itu menjadi resmi, saya tidak akan mengomentari rumor. Rumor adalah rumor, kabar bohong adalah kabar bohong. Saya akan ada di sini hingga Valencia, ketika itu sudah resmi baru kita berbicara.”

Continue Reading

Moto GP

Ingin Tinggalkan MotoGP, Suzuki Berdiskusi dengan Dorna Sports

Published

on

By

MotoGP

Suzuki mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan diskusi dengan Dorna Sports tentang meninggalkan MotoGP setelah musim 2022 ini berakhir.

Sebelumnya, sudah ramai beredar kabar bahwa manajemen Suzuki telah berkumpul untuk mendiskusikan kemungkinan membubarkan tim MotoGP, dan memutuskan untuk mundur dari kejuaraan dunia balap motor ini setelah musim ini berakhir.

Suzuki Ecstar Team (Image: Motorsport)

Suzuki tadinya diharapkan untuk merilis pernyataan pada hari Selasa (10/5) lalu, namun tidak jadi dilaksanakan karena keengganan Dorna untuk mengakhiri kerja sama.

Semua pabrikan di grid pada saat ini terikat dalam kontrak untuk bersaing di MotoGP hingga akhir musim, dan keputusan Suzuki memberikan kejutan yang luar biasa.

Namun pada hari Kamis (12/5) kemarin, Suzuki mengonfirmasi bahwa mereka ingin meninggalkan kejuaraan setelah musim ini berakhir.

“Suzuki Motor Corporation sedang melaksanakan diskusi dengan Dorna perihal kemungkinan mengakhiri partisipasi di MotoGP pada akhir tahun 2022,” demikian pernyataan resmi yang dirilis pabrikan otomotif asal Jepang tersebut.

Baca Juga:

Mengapa Suzuki ingin mundur dari MotoGP?

Suzuki kemudian menjelaskan alasannya untuk mundur, bahwa perkembangan di dunia otomotif memaksa mereka untuk lebih fokus dalam mengembangkan teknologi baru selagi memangkas sumber daya dengan membubarkan Suzuki Ecstar Team.

Joan Mir dan Alex Rins (Image: Getty)

“Sayangnya, situasi ekonomi pada saat ini dan keperluan untuk berkonsentrasi dalam perubahan besar di dunia otomotif yang sedang dihadapi selama beberapa tahun ini, memaksa Suzuki untuk memangkas pengeluaran dan sumber daya demi mengembangkan teknologi baru,” lanjut pernyataan tersebut.

“Kami ingin mengutarakan terima kasih kepada Suzuki Ecstar Team, kepada semua yang telah mendukung aktivitas balap motor Suzuki selama bertahun-tahun dan seluruh fans Suzuki atas dukungan mereka yang penuh antusiasme.”

Continue Reading

Moto GP

Fabio Quartararo Tak Peduli dengan Kesulitan Pembalap Yamaha Lainnya

Published

on

By

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo mengutarakan ketidakpeduliannya tentang kesulitan yang sedang dialami oleh para pembalap lainnya dari Yamaha di MotoGP 2022 ini.

Sang juara bertahan MotoGP sedang memuncaki klasemen sementara pembalap dengan raihan 89 poin dari enam kali balapan, dengan meraih satu kali kemenangan selagi mengklaim podium tiga kali.

Klasemen MotoGP GP Jerez

Dia kembali bersaing di depan di Sirkuit Jerez pada pekan lalu, hanya kalah dari Pecco Bagnaia yang dominan pada sepanjang balapan.

Prestasinya terlihat kontras dengan rekan-rekan setimnya di Yamaha, yaitu Franco Morbidelli dan duo dari RNF Racing, Andrea Dovizioso dan Darryn Binder, yang hanya mampu mencetak 32 poin jika perolehan poin mereka bertiga ditotal.

Quartararo sendiri sempat mengalami kesulitan dengan motornya, karena hanya mampu menembus podium sekali dari empat balapan pertama, yaitu pada balapan yang basah di Sirkuit Mandalika di bulan Maret lalu.

Sang pembalap asal Prancis sendiri mengaku cukup terkejut dengan keberhasilannya memuncaki klasemen sejak GP Portugal selesai, ketika dia memenangkan balapan pertamanya pada musim ini.

Baca Juga:

“Saya sudah terkejut karena memuncaki klasemen pada pekan lalu [setelah GP Portugal], karena selain Mandalika, itu, saya tidak akan menyebutnya bencana, namun posisi saya ada di ketujuh, delapan, sembilan, kedua, dan tentunya kemenangan [di Portugal],” kata Quartararo setelah balapan di Jerez pekan lalu, dikutip dari Motorsport.

“Pada akhirnya, kami selalu finis di 10 besar dan balapan semacam ini adalah tempat Anda memberikan kemampuan terbaik untuk meraih tiga, empat, lima poin lebih banyak daripada yang Anda perlukan. Itu membuat poin-poin ini menjadi sangat penting.”

Kesulitan pembalap Yamaha lainnya bukan masalah Fabio Quartararo

Quartararo menyadari masalah yang dihadapi oleh rekan-rekan setimnya, namun dia perlu mengurus diri sendiri karena setiap pembalap memiliki masalahnya masing-masing.

Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli (Image: Twitter)

“Namun, sejujurnya, saya membalap hingga mencapai batasnya dan saya tidak memiliki lagi pada setiap momen,” lanjutnya.

“Namun memang benar bahwa para pembalap Yamaha lainnya sedang kesulitan, namun pada akhirnya, ini bukanlah masalah saya. Saya sudah cukup berpikir tentang menjadi cepat dengan motor kami. Jadi saya mengurus diri sendiri.”

Continue Reading

Trending