Connect with us

Moto GP

Marc Marquez Belum Pikirkan Podium MotoGP

Published

on

Marc Marquez

Marc Marquez mengakui bahwa kini bukanlah saatnya untuk memperjuangkan podium, karena dia masih mencoba untuk menemukan kembali performa terbaiknya setelah mengawali MotoGP 2022 dengan buruk.

Sang juara dunia enam kali mengawali musim 2022 dengan banyak kesulitan. Setelah finis di posisi kelima di Qatar, Marquez absen di GP Indonesia setelah kecelakaan pada sesi warm-up, yang berujung kepada penyakit yang membuatnya absen di GP Argentina.

Dia baru kembali membalap di GP Amerika Serikat pada pekan lalu, dan berhasil finis di posisi keenam setelah sempat turun ke peringkat terakhir karena motornya bermasalah.

Marquez kini ada di peringkat ke-13 klasemen sementara pembalap MotoGP, dengan torehan 21 poin dari kemungkinan 100 poin yang bisa dikoleksi.

Dengan MotoGP akan kembali ke Eropa pada akhir pekan ini, sang Bayi Alien mengaku tidak berpikir untuk kembali ke podium pada saat ini.

Marc Marquez (Image: Honda)

“Kini kami perlu memahami level kami di lintasan-lintasan Eropa, yang mana saya kira bukanlah level untuk dimenangkan pada setiap balapan,” kata Marc Marquez seusai balapan di COTA, GP Amerika Serikat, pekan lalu.

“Namun, satu hal penting lainnya. Dalam sirkuit yang saya kenal [COTA], saya tahu betul di mana titik-titik lemah motor kami. Saya sudah mendesak Honda untuk memperbaiki beberapa hal agar bisa menjadi kompetitif pada balapan-balapan berikutnya.”

Baca Juga:

Marc Marquez tak bisa janjikan podium

“Anda tidak bisa untuk ikut dalam suatu GP dan mengatakan ‘kini saatnya saya menang, saya akan finis di lima besar, saya akan finis di 10 besar’. Anda tidak akan pernah tahu. Selama akhir pekan, Anda perlu menerima di mana Anda bereada dan jika ke-10 maka Anda ke-10,” lanjutnya.

Marc Marquez

Marc Marquez (Image: MotoGP)

“Namun tentu saja, saya akan mengambil risiko dan targetnya adalah untuk mencoba membangun motor untuk meraih podium pada setiap balapan. Namun saat ini bukanlah saat yang tepat untuk memperjuangkan podium.”

Moto GP

Pol Espargaro Respons Rumor Bakal Didepak Honda

Published

on

By

Pol Espargaro

Pol Espargaro menyebut rumor bahwa dirinya bakal didepak oleh Honda pada akhir musim 2022 sebagai kabar bohong, dan bahwa dia tidak cemas perihal masa depannya di MotoGP.

Sang juara dunia Moto2 pada tahun 2013 tersebut baru bergabung dengan Honda pada musim lalu dengan dikontrak dua tahun. Dia diharapkan untuk tetap menjadi salah satu pembalap tim Repsol Honda setidaknya hingga 2023.

Namun demikian, seiring dengan kabar mengejutkan dari Suzuki yang berencana untuk membubarkan tim MotoGP setelah musim 2022 ini berakhir, maka rumor perubahan pembalap di grid pun tidak terelakkan.

Joan Mir dan Alex Rins (Image: Getty)

Dengan pembubaran Suzuki Ecstar, maka Joan Mir dan Alex Rins pun berstatus tanpa tim. Keduanya adalah para pembalap yang hebat dan tidak akan kekurangan peminat pada musim depan.

Selagi Mir membantah kaitan apa pun dengan Honda, Pol Espargaro juga menanggapi spekulasi tentang dirinya didepak dari Honda pada 2023.

Baca Juga:

Kata Pol Espargaro

“Ya, ada dua cara untuk menyebut ini: rumor atau kabar bohong. Kita hidup di dunia ketika kami semakin sering dikelilingi kabar bohong,” kata Espargaro, sebagaimana dikutip dari Motorsport.

“Itu dimulai oleh seorang jurnalis Italia [yang mengatakan sesuatu] bahwa Alberto [Puig, bos tim] mengatakan sesuatu setelah balapan [di Jerez]. Ini tidaklah benar, ini bohong. Namun seperti yang bisa kita lihat tentang politik di seluruh dunia yang sering dikaitkan dengan kabar bohong, itu sulit untuk dikendalikan.

Pol Espargaro (Image: Getty)

“Seorang jurnalis buruk bisa melakukan ini. Jadi, pada akhirnya saya katakan kepada kalian bahwa, hingga itu menjadi resmi, saya tidak akan mengomentari rumor. Rumor adalah rumor, kabar bohong adalah kabar bohong. Saya akan ada di sini hingga Valencia, ketika itu sudah resmi baru kita berbicara.”

Continue Reading

Moto GP

Joan Mir Geram dengan Keputusan Suzuki Bubarkan Tim MotoGP

Published

on

By

Joan Mir

Juara dunia MotoGP satu kali Joan Mir mengakui bahwa dirinya marah dengan keputusan Suzuki untuk membubarkan tim Suzuki Ecstar Team setelah musim 2022 berakhir.

Pada hari Kamis (12/5) kemarin, Suzuki mengonfirmasi niatan untuk membubarkan tim Suzuki Ecstar setelah MotoGP 2022 ini berakhir, dan bahwa mereka sedang mendiskusikannya dengan pihak Dorna.

Joan Mir (Image: Motorplus)

Alasan utamanya adalah karena tekanan ekonomi yang mencekik industri otomotif, dan bahwa mereka memfokuskan pendanaan sepenuhnya kepada pengembangan teknologi baru.

Joan Mir, yang melaksanakan debutnya di MotoGP bersama Suzuki pada tahun 2019 dan memenangkan titel juara dunia pada musim berikutnya, mengatakan bahwa tim ini merupakan salah satu yang spesial di paddock dan merasa geram dengan keputusan untuk berhenti karena alasan itu.

Baca Juga:

Joan Mir utarakan kekecewaan

“Saya marah untuk keputusan yang diambil oleh seseorang. Tim ini sangat hebat, ini merupakan salah satu tim yang spesial di paddock — orang-orang yang bekerja di sini membuatnya sangat spesial,” kata Mir di Le Mans jelang GP Prancis, dikutip dari Motorsport.

Joan Mir dan tim Suzuki Ecstar (Image: Getty)

“Saya tiba di sini empat tahun lalu, namun ada banyak orang yang bekerja di sini sebelum saya. Mereka telah bekerja sangat keras untuk menjadi juara pada 2020, tahun lalu di peringkat ketiga [di klasemen], dan juga pada tahun ini. Itu adalah sebuah pabrikan yang biasanya memperjuangkan kejuaraan pada setiap tahun sejak saya ada di sini.”

Continue Reading

Moto GP

Ingin Tinggalkan MotoGP, Suzuki Berdiskusi dengan Dorna Sports

Published

on

By

MotoGP

Suzuki mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan diskusi dengan Dorna Sports tentang meninggalkan MotoGP setelah musim 2022 ini berakhir.

Sebelumnya, sudah ramai beredar kabar bahwa manajemen Suzuki telah berkumpul untuk mendiskusikan kemungkinan membubarkan tim MotoGP, dan memutuskan untuk mundur dari kejuaraan dunia balap motor ini setelah musim ini berakhir.

Suzuki Ecstar Team (Image: Motorsport)

Suzuki tadinya diharapkan untuk merilis pernyataan pada hari Selasa (10/5) lalu, namun tidak jadi dilaksanakan karena keengganan Dorna untuk mengakhiri kerja sama.

Semua pabrikan di grid pada saat ini terikat dalam kontrak untuk bersaing di MotoGP hingga akhir musim, dan keputusan Suzuki memberikan kejutan yang luar biasa.

Namun pada hari Kamis (12/5) kemarin, Suzuki mengonfirmasi bahwa mereka ingin meninggalkan kejuaraan setelah musim ini berakhir.

“Suzuki Motor Corporation sedang melaksanakan diskusi dengan Dorna perihal kemungkinan mengakhiri partisipasi di MotoGP pada akhir tahun 2022,” demikian pernyataan resmi yang dirilis pabrikan otomotif asal Jepang tersebut.

Baca Juga:

Mengapa Suzuki ingin mundur dari MotoGP?

Suzuki kemudian menjelaskan alasannya untuk mundur, bahwa perkembangan di dunia otomotif memaksa mereka untuk lebih fokus dalam mengembangkan teknologi baru selagi memangkas sumber daya dengan membubarkan Suzuki Ecstar Team.

Joan Mir dan Alex Rins (Image: Getty)

“Sayangnya, situasi ekonomi pada saat ini dan keperluan untuk berkonsentrasi dalam perubahan besar di dunia otomotif yang sedang dihadapi selama beberapa tahun ini, memaksa Suzuki untuk memangkas pengeluaran dan sumber daya demi mengembangkan teknologi baru,” lanjut pernyataan tersebut.

“Kami ingin mengutarakan terima kasih kepada Suzuki Ecstar Team, kepada semua yang telah mendukung aktivitas balap motor Suzuki selama bertahun-tahun dan seluruh fans Suzuki atas dukungan mereka yang penuh antusiasme.”

Continue Reading

Trending