Connect with us

Sports

Piala Dunia 2022: Portugal dan Enam Negara Lain Dipastikan Lolos

Published

on

Piala Dunia 2022

Ada tujuh negara lagi yang memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2022, setelah meraih kemenangan pada laga-laga play-off untuk zona Eropa dan Afrika, Rabu (30/3) dini hari tadi WIB.

Portugal merupakan salah satunya, setelah berhasil meraih kemenangan dengan nyaman kala menjamu Makedonia Utara di Estadio do Dragao. Bruno Fernandes menjadi pahlawan lewat dwigolnya.

Piala Dunia 2022

Robert Lewandowski (Image: Getty)

Perwakilan Eropa lain yang memastikan diri lolos adalah Polandia, yang juga menang nyaman dengan skor 2-0 ketika menjamu Swedia di Silesian Stadium.

Babak pertama berakhir tanpa gol namun Robert Lewandowski memecahkan kebuntuan empat menit setelah jeda turun minum lewat eksekusi penaltinya, sebelum Piotr Zielinski mengunci kemenangan 2-0 pada menit ke-72.

Lima tiket lainnya diamankan oleh negara-negara Afrika, dengan Senegal berhasil menyingkirkan Mesir setelah menang lewat adu penalti dengan skor 3-1.

Baca Juga:

Kamerun, Ghana, Maroko, dan Tunisia adalah empat negara lain yang mengamankan tiket lolos dari play-off Piala Dunia 2022 zona Afrika, dengan menyingkirkan Aljazair, Nigeria, Republik Demokratik Kongo, dan Mali.

Ghana menang lewat gol tandang atas Nigeria, demikian pula dengan Kamerun kontra Aljazair. Kamerun baru memastikan kemenangan lewat gol Karl Toko Ekambi di masa injury time babak kedua perpanjangan waktu.

Dengan demikian, kini sudah ada 27 negara yang dipastikan tampil di putaran final Piala Dunia 2022, yang akan dihelat di Qatar akhir tahun ini. Sisa lima tempat lagi yang akan diperebutkan oleh negara-negara di seluruh dunia.

Daftar negara yang dipastikan lolos ke Piala Dunia 2022 (Image: BR Football)

Hasil play-off Piala Dunia 2022 zona Eropa dan Afrika

Portugal 2-0 Makedonia Utara — (Bruno Fernandes 32′, 65′)

Polandia 2-0 Swedia — (Robert Lewandowski 49′ [p], Piotr Zielinski 72′)

Nigeria 1-1 Ghana — (William Troost-Ekong 22′ [p]; Thomas Partey 10′)

Senegal 1-0 Mesir — (Hamdi Fathi 4′ [bd])

Aljazair 1-2 Kamerun — (Ahmed Touba 118′; Eric Maxim Choupo-Moting 22′, Karl Toko Ekambi 120+4′)

Maroko 4-1 Republik Demokratik Kongo — (Azzedine Ounahi 21′, 54′, Tarik Tissoudali 45+7′, Achraf Hakimi 69′; Ben Malango 77′)

Tunisia 0-0 Mali

Liga Prancis

Idrissa Gueye Diminta Klarifikasi Setelah Menolak Kenakan Nomor Punggung Pelangi

Published

on

By

Idrissa Gueye

Gelandang Paris Saint-Germain, Idrissa Gueye, akan diharuskan mengklarifikasikan tuduhan bahwa dirinya absen pada saat timnya melakoni laga teranyar Ligue 1 yang menyertakan gestur mendukung hak LGBTQ+.

Setiap tim di kasta tertinggi sepak bola Prancis diwajibkan mengenakan nomor punggung berwarna pelangi sebagai perayaan Hari Internasional menolak Homofobia.

Namun demikian, Gueye tidak ambil bagian ketika PSG bermain menghadapi Montpellier, dan pelatih Mauricio Pochettino kemudian mengklarifikasi bahwa dia absen karena alasan personal.

Idrissa Gueye (Image: Getty)

“Ketiadaannya [kontra Montpellier] terlalu luas diinterpretasikan sebagai penolakan untuk berpartisipasi,” demikian pernyataan dari dewan etika Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dikutip dari Goal.

“Salah satu dari dua hal, entah hipotesis yang tak berdasar dan kami mengundang kalian untuk segera mengekspresikan diri demi membungkam rumor ini.

“Atau memang rumornya benar. Jika demikian, maka kami meminta Anda untuk menyadari dampak dari tindakan Anda dan kesalahan yang sangat serius yang telah dilakukan.

“Dalam menolak untuk ambil bagian dalam inisiatif kolektif maka Anda membenarkan tindakan diskriminatif, dan tidak hanya kontra kepada komunitas LGBTQI+.”

Baca Juga:

Idrissa Gueye mendapatkan dukungan

Idrissa Gueye masih belum membuka suara perihal kasus ini, namun mendapatkan sejumlah dukungan termasuk dari Presiden negara asalnya Senegal, Macky Sall.

“Saya mendukung Idrissa Gana Gueye. Keyakinan keagamaannya harus dihormati,” demikian pernyataan yang dirilis di media sosialnya.

Gelandang Crystal Palace, Cheikhou Kouyate, juga mengutarakan dukungan kepada eks pemain Everton tersebut, dengan menyebutnya sebagai “pria sejati”.

Namun Kouyate malah ikut kena masalah, dengan manajer Palace, Patrick Vieira, berjanji untuk menyelidikinya.

“Jika memang demikian, saya akan berbicara dengan Cheikhou tentang itu. Itu akan menjadi sebuah percakapan internal,” katanya.

Cheikhou Kouyate (Image: Getty)

Continue Reading

Champion & UEFA

Kevin Trapp Jadi Pahlawan, Eintracht Frankfurt Juarai Liga Europa

Published

on

By

Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp menampilkan performa yang patut dikenang ketika Eintracht Frankfurt berhasil mengalahkan Rangers lewat adu penalti di final Liga Europa pada Kamis (19/5) dini hari tadi WIB.

Tak hanya menggagalkan penalti Aaron Ramsey pada saat adu penalti, namun juga karena sejumlah penyelamatannya, termasuk di babak perpanjangan waktu.

Eintracht Frankfurt rayakan trofi Liga Europa (Image: Twitter)

Frankfurt sempat tertinggal lebih dulu karena gol Joe Aribo pada menit ke-57, yang memaksimalkan serangkaian kesalahan lini pertahanan tim asal Jerman tersebut.

Namun, Rafael Santos Borre berhasil menyetarakan kedudukan pada 12 menit kemudian untuk Eintracht Frankfurt, setelah memaksimalkan umpan dari Filip Kostic.

Rafael Santos Borre usai mencetak gol (Image: Twitter)

Kedua tim saling menjual-beli serangan hingga akhir, namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Seluruh eksekutor penalti berhasil melaksanakan tugasnya, hanya Aaron Ramsey yang gagal, namun itu juga disebabkan oleh kegemilangan Trapp.

Baca Juga:

Gelar Eropa pertama setelah 42 tahun untuk Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp berada dalam periode keduanya di Frankfurt setelah tiga musim yang dihabiskan di antara 2015 hingga 2018 sebelum dia hengkang ke Paris Saint-Germain.

Sang penjaga gawang timnas Jerman memberikan trofi pertama kepada Eintracht Frankfurt setelah 42 tahun, gelar Eropa pertama bagi mereka sejak menjuarai Piala UEFA pada musim 1979/1980.

Continue Reading

Moto GP

Fabio Quartararo Sebut Dirinya Bukan Favorit Juara MotoGP 2022

Published

on

By

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo mengatakan bahwa dirinya bukanlah pilihan favorit untuk memperebutkan titel juara MotoGP 2022, setelah mengalami kesulitan lagi pada GP Prancis, Minggu (15/5) kemarin.

Sang pembalap Yamaha diharapkan untuk berjuang memperebutkan posisi terdepan di Sirkuit Le Mans pada akhir pekan kemarin, setelah memperlihatkan penampilan yang menjanjikan selama akhir pekan kemarin pada sesi latihan bebas.

Namun, dia mengawali balapan dengan buruk dari posisi keempat di grid dan sempat terdampar ke urutan kedelapan pada suatu waktu saat balapangan.

Quartararo pada akhirnya sukses bangkit dan menempati urutan keenam, namun dia tertahan oleh Aleix Espargaro di depannya.

Hasil MotoGP Prancis

Keberuntungan menaunginya setelah sejumlah pembalap di depan, termasuk Pecco Bagnaia, mengalami crash yang membuat sang pembalap asa Prancis itu finis di urutan keempat.

Namun dari hasil balapan di tanah airnya sendiri tersebut, Fabio Quartararo menyadari bahwa dirinya bukanlah unggulan untuk memenangkan titel juara MotoGP 2022, meskipun masih memuncaki klasemen sementara pembalap pada saat ini.

Baca Juga:

Fabio Quartararo merasa inferior di hadapan Pecco Bagnaia

“Tidak, saya bukanlah unggulan sejauh ini,” kata sang juara dunia MotoGP pada musim 2021 lalu tersebut, dikutip dari Motorsport.

“Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah untuk tidak membuat kesalahan. Jika saya tidak membuat kesalahan, maka saya bisa ada di sana, karena kecepatan kami dalam setiap GP, terlepas dari Austin dan Qatar, melihat kepada kecepatan di Jerez, Pecco [Bagnaia] adalah yang tercepat.”

Bagnaia hanya berada di urutan ketujuh di klasemen sementara pembalap MotoGP pada saat ini, namun Quartararo mengakui terancam oleh sang pembalap Ducati tersebut.

Klasemen MotoGP GP Prancis

“Saya mengingat dalam satu balapan di musim lalu ketika Pecco memulai sebuah balapan di Portimao di P11, dia mampu untuk membalap,” lanjut Quartararo.

“Di balapan kedua, saya berada dalam situasi yang sama di P6 dan saya tetap berada di P6. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan,s esjujurnya, karena saya harus mendorong diri saya hingga kepada batasnya. Saya mencapai batas di mana pun. Namun saya bahkan tidak bisa mencoba.

“Ini adalah hal yang paling memfrustasikan. Anda ada di lap terakhir, dan meskipun Anda tertinggal satu sentimeter, mereka berakselerasi dan menarik diri. Dan kemudian Anda kehilangan sepersepuluh. Inilah sebabnya saya tidak merasa sebagai unggulan tahun ini.”

Continue Reading

Trending