Connect with us

Sports

Ronald Koeman akan Kembali Tangani Timnas Belanda Setelah Piala Dunia 2022

Published

on

Ronald Koeman

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengumumkan bahwa Ronald Koeman akan kembali mengisi posisi lamanya sebagai pelatih tim nasional Belanda setelah Piala Dunia 2022 usai.

Koeman sebelumnya pernah menukangi Die Oranje pada periode 2018 hingga 2020 lalu, sebelum hengkang untuk mengambil kursi kepelatihan di Barcelona.

Ronald Koeman

Ronald Koeman saat tangani Barcelona (Image: Getty)

Itu tidak berjalan dengan mulus, dengan sang juru taktik berusia 59 tahun dipecat pada Oktober 2021 lalu dan digantikan oleh Xavi Hernandez, namun dia akan kembali ke pentas internasional pada tahun 2023, setelah Piala Dunia 2022 usai di Qatar pada akhir tahun ini.

Seusai pengumuman, Ronald Koeman mengutarakan kebahagiaannya untuk bisa kembali ke tim nasional Belanda.

“Saya menantikan kolaborasi baru ini. Sekitar satu setengah tahun lalu, saya tentunya tidak meninggalkan tim nasional Belanda karena ketidakpuasan,” demikian kata Koeman setelah pengumuman pada hari Rabu (6/4) ini.

Baca Juga:

“Saya merasa nyaman di sini, hasilnya pun baik dan kerja sama dengan para pemain tim nasional pun bagus. Kami akan segera meneruskan jalur itu. Itulah yang pasti bagi saya.”

Mengapa timnas Belanda kembali menunjuk Ronald Koeman?

Louis van Gaal divonis menderita kanker (Image: UEFA)

Timnas Belanda menunjuk eks pelatih Everton dan Southampton itu sebagia respons dari kondisi pelatih timnas yang saat ini, Louis van Gaal, yang divonis mengalami kanker prostat.

Sang pelatih berusia 70 tahun telah menjalani perawatan namun bertekad untuk tetap menemani timnas Belanda di Piala Dunia pada akhir tahun ini.

Liga Inggris

Bayern Munich Disarankan Gaet Harry Kane Jika Robert Lewandowski Hengkang

Published

on

By

Harry Kane

Mantan defender Bayern Munich, Jerome Boateng, menyarankan eks klubnya untuk mengejar Harry Kane jika Robert Lewandowski jadi hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.

Sang striker asal Polandia telah mengutarakan rencananya untuk tidak memperbarui kontrak dengan Bayern hingga itu kadaluarsa pada Juni 2023, seakan mendesak mereka agar segera menjualnya pada bursa transfer musim panas ini.

Lewandowski ramai dikaitkan dengan Barcelona sejak beberapa bulan lalu, dan klub La Liga itu memang nampaknya akan menjadi pelabuhannya jika hengkang.

Selagi para pejabat klub bersikeras mengatakan bahwa mereka tidak akan menjual Lewandowski hingga masa baktinya habis di tahun 2023, Boateng menyarankan mereka untuk segera mengejar Kane sebagai pengganti eks bintang Borussia Dortmund itu.

“Secara pribadi, saya akan mencoba untuk menggaet Harry Kane ke Bayern sesegera mungkin,” kata Boateng kepadaย Sky Sport Germany.

Robert Lewandowski (Image: Getty)

“Ini adalah opini saya. Bagi saya, dia adalah striker komplet yang mencetak gol setiap hari untuk Tottenham, dalam sebuah tim yang sangat bagus namun bukan kelas dunia.

“Jika dia bermain untuk tim seperti Bayern, maka saya pikir dia adalah seorang pengganti yang sangat bagus pada usia yang sangat bagus dalam sepak bola. Itu bergantung kepada Bayern Munich.”

Baca Juga:

Mengapa Harry Kane?

Kans menggaet Kane nampaknya memang cukup terbuka, setelah Manchester City dipastikan bakal merekrut Erling Haaland pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Sebelumnya pada tahun lalu, Kane merupakan sosok striker idaman pelatih Pep Guardiola, namun transfer gagal terlaksana karena Spurs tidak mengizinkannya untuk hengkang.

Harry Kane (Image: Getty)

Kane dikenal sebagai seorang bomber di Inggris, dan itu kembali terbukti lewat catatan 26 golnya dari 49 pertandingan untuk Tottenham musim ini. Namun, dia juga memiliki keahlian untuk membangun permainan dan bahkan penciptaan peluang di kotak penalti yang sering berakhir menjadi assist.

Continue Reading

Liga Prancis

Idrissa Gueye Diminta Klarifikasi Setelah Menolak Kenakan Nomor Punggung Pelangi

Published

on

By

Idrissa Gueye

Gelandang Paris Saint-Germain, Idrissa Gueye, akan diharuskan mengklarifikasikan tuduhan bahwa dirinya absen pada saat timnya melakoni laga teranyar Ligue 1 yang menyertakan gestur mendukung hak LGBTQ+.

Setiap tim di kasta tertinggi sepak bola Prancis diwajibkan mengenakan nomor punggung berwarna pelangi sebagai perayaan Hari Internasional menolak Homofobia.

Namun demikian, Gueye tidak ambil bagian ketika PSG bermain menghadapi Montpellier, dan pelatih Mauricio Pochettino kemudian mengklarifikasi bahwa dia absen karena alasan personal.

Idrissa Gueye (Image: Getty)

“Ketiadaannya [kontra Montpellier] terlalu luas diinterpretasikan sebagai penolakan untuk berpartisipasi,” demikian pernyataan dari dewan etika Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dikutip dariย Goal.

“Salah satu dari dua hal, entah hipotesis yang tak berdasar dan kami mengundang kalian untuk segera mengekspresikan diri demi membungkam rumor ini.

“Atau memang rumornya benar. Jika demikian, maka kami meminta Anda untuk menyadari dampak dari tindakan Anda dan kesalahan yang sangat serius yang telah dilakukan.

“Dalam menolak untuk ambil bagian dalam inisiatif kolektif maka Anda membenarkan tindakan diskriminatif, dan tidak hanya kontra kepada komunitas LGBTQI+.”

Baca Juga:

Idrissa Gueye mendapatkan dukungan

Idrissa Gueye masih belum membuka suara perihal kasus ini, namun mendapatkan sejumlah dukungan termasuk dari Presiden negara asalnya Senegal, Macky Sall.

“Saya mendukung Idrissa Gana Gueye. Keyakinan keagamaannya harus dihormati,” demikian pernyataan yang dirilis di media sosialnya.

Gelandang Crystal Palace, Cheikhou Kouyate, juga mengutarakan dukungan kepada eks pemain Everton tersebut, dengan menyebutnya sebagai “pria sejati”.

Namun Kouyate malah ikut kena masalah, dengan manajer Palace, Patrick Vieira, berjanji untuk menyelidikinya.

“Jika memang demikian, saya akan berbicara dengan Cheikhou tentang itu. Itu akan menjadi sebuah percakapan internal,” katanya.

Cheikhou Kouyate (Image: Getty)

Continue Reading

Champion & UEFA

Kevin Trapp Jadi Pahlawan, Eintracht Frankfurt Juarai Liga Europa

Published

on

By

Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp menampilkan performa yang patut dikenang ketika Eintracht Frankfurt berhasil mengalahkan Rangers lewat adu penalti di final Liga Europa pada Kamis (19/5) dini hari tadi WIB.

Tak hanya menggagalkan penalti Aaron Ramsey pada saat adu penalti, namun juga karena sejumlah penyelamatannya, termasuk di babak perpanjangan waktu.

Eintracht Frankfurt rayakan trofi Liga Europa (Image: Twitter)

Frankfurt sempat tertinggal lebih dulu karena gol Joe Aribo pada menit ke-57, yang memaksimalkan serangkaian kesalahan lini pertahanan tim asal Jerman tersebut.

Namun, Rafael Santos Borre berhasil menyetarakan kedudukan pada 12 menit kemudian untuk Eintracht Frankfurt, setelah memaksimalkan umpan dari Filip Kostic.

Rafael Santos Borre usai mencetak gol (Image: Twitter)

Kedua tim saling menjual-beli serangan hingga akhir, namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Seluruh eksekutor penalti berhasil melaksanakan tugasnya, hanya Aaron Ramsey yang gagal, namun itu juga disebabkan oleh kegemilangan Trapp.

Baca Juga:

Gelar Eropa pertama setelah 42 tahun untuk Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp berada dalam periode keduanya di Frankfurt setelah tiga musim yang dihabiskan di antara 2015 hingga 2018 sebelum dia hengkang ke Paris Saint-Germain.

Sang penjaga gawang timnas Jerman memberikan trofi pertama kepada Eintracht Frankfurt setelah 42 tahun, gelar Eropa pertama bagi mereka sejak menjuarai Piala UEFA pada musim 1979/1980.

Continue Reading

Trending