Connect with us

Sports

Stephen Curry Kembali Pecahkan Rekor Milik Mendiang Kobe Bryant

Published

on

Stephen Curry

Stephen Curry kembali berhasil memecahkan rekor yang dipegang oleh mendiang Kobe Bryant sebagai pemain yang mampu mencetak 20+ poin pada kuarter keempat sebanyak 37 kali, selagi Kobe hanya memiliki sebanyak 26 kali.

Rekor yang dipegang Kobe tersebut terbilang rekor yang sulit untuk diraih, pasalnya rekor tersebut telah dipegang Kobe semenjak tahun 1996-1997.

Dan baru pada tahun ini, rekor tersebut berhasil dipatahkan oleh Stephen Curry setelah dirinya berhasil mengantarkan Golden State Warrios meraih kemenangan keenam beruntun.

Kemenangan tersebut berhasil diraih Warrior setelah mengandaskan perlawanan tuan rumah Houston Rockets dengan skor 108-122 pada Selasa (1/2/2022). Dalam pertandingan tersebut, Curry berhasil mengemas 40 poin, 5 rebound, dan 9 assist. 

Dengan torehan tersebut maka ini merupakan kali keenam Curry berhasil mencatakan 40+ poin dalam satu pertandingan untuk musim 2021-2022.

Tidak sampai di situ, catatakan gemilang juga dicatatkan Curry dengan mengemas 21 poin di kuarter keempat, dan merupakan rekor kedua dalam kariernya mencetak 20+poin pada kuarter keempat setelah sebelumnya pernah mencetak 23 poin dalam pertandingan Final Wilayah Barat.

Baca juga:

Rekor pribadi yang dimilikinya tersebut, juga menjadi pemecah rekor yang dimiliki oleh mendiang Kobe Bryant yang mencetak 20+ poin di kuarter keempat sebanyak 26 kali. Steph Curry berhasil memecahkan rekor Kobe tersebut dengan mencetak 20+ poin di kuarter keempat sebanyak 37 kali.

Sebetulnya bukan kali ini saja Curry berhasil mematahkan rekor yang miliki oleh Kobe Bryant. Pada bulan April 2021 lalu, Curry berhasil memecahkan rekor dan melewati catatan dua legenda NBA sekaligus, yakni Michael Jordan dan Kobe Bryant.

Curry berhasil tercatat sebagai pemain yang berusia 33 tahun keatas yang memiliki jumlah laga terbanyak dalam sebulan dan mecetak 40 poin.

Rekor tersebut diraih Stephen Curry setelah mencatakan 49 poin saat melawan Sixers, dan melewati catatan Jordan dan Kobe.

Pemain yang berposisi sebagai Point Guard tersebut memang memiliki akurasi tembakan yang luar biasa. Stephen Curry sangat sering melalukan threepoint shots, sehingga tidak heran apabila ia sering mencetak poin yang terbilang fantastis.

Liga Inggris

Bayern Munich Disarankan Gaet Harry Kane Jika Robert Lewandowski Hengkang

Published

on

By

Harry Kane

Mantan defender Bayern Munich, Jerome Boateng, menyarankan eks klubnya untuk mengejar Harry Kane jika Robert Lewandowski jadi hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.

Sang striker asal Polandia telah mengutarakan rencananya untuk tidak memperbarui kontrak dengan Bayern hingga itu kadaluarsa pada Juni 2023, seakan mendesak mereka agar segera menjualnya pada bursa transfer musim panas ini.

Lewandowski ramai dikaitkan dengan Barcelona sejak beberapa bulan lalu, dan klub La Liga itu memang nampaknya akan menjadi pelabuhannya jika hengkang.

Selagi para pejabat klub bersikeras mengatakan bahwa mereka tidak akan menjual Lewandowski hingga masa baktinya habis di tahun 2023, Boateng menyarankan mereka untuk segera mengejar Kane sebagai pengganti eks bintang Borussia Dortmund itu.

“Secara pribadi, saya akan mencoba untuk menggaet Harry Kane ke Bayern sesegera mungkin,” kata Boateng kepada Sky Sport Germany.

Robert Lewandowski (Image: Getty)

“Ini adalah opini saya. Bagi saya, dia adalah striker komplet yang mencetak gol setiap hari untuk Tottenham, dalam sebuah tim yang sangat bagus namun bukan kelas dunia.

“Jika dia bermain untuk tim seperti Bayern, maka saya pikir dia adalah seorang pengganti yang sangat bagus pada usia yang sangat bagus dalam sepak bola. Itu bergantung kepada Bayern Munich.”

Baca Juga:

Mengapa Harry Kane?

Kans menggaet Kane nampaknya memang cukup terbuka, setelah Manchester City dipastikan bakal merekrut Erling Haaland pada bursa transfer musim panas tahun ini.

Sebelumnya pada tahun lalu, Kane merupakan sosok striker idaman pelatih Pep Guardiola, namun transfer gagal terlaksana karena Spurs tidak mengizinkannya untuk hengkang.

Harry Kane (Image: Getty)

Kane dikenal sebagai seorang bomber di Inggris, dan itu kembali terbukti lewat catatan 26 golnya dari 49 pertandingan untuk Tottenham musim ini. Namun, dia juga memiliki keahlian untuk membangun permainan dan bahkan penciptaan peluang di kotak penalti yang sering berakhir menjadi assist.

Continue Reading

Liga Prancis

Idrissa Gueye Diminta Klarifikasi Setelah Menolak Kenakan Nomor Punggung Pelangi

Published

on

By

Idrissa Gueye

Gelandang Paris Saint-Germain, Idrissa Gueye, akan diharuskan mengklarifikasikan tuduhan bahwa dirinya absen pada saat timnya melakoni laga teranyar Ligue 1 yang menyertakan gestur mendukung hak LGBTQ+.

Setiap tim di kasta tertinggi sepak bola Prancis diwajibkan mengenakan nomor punggung berwarna pelangi sebagai perayaan Hari Internasional menolak Homofobia.

Namun demikian, Gueye tidak ambil bagian ketika PSG bermain menghadapi Montpellier, dan pelatih Mauricio Pochettino kemudian mengklarifikasi bahwa dia absen karena alasan personal.

Idrissa Gueye (Image: Getty)

“Ketiadaannya [kontra Montpellier] terlalu luas diinterpretasikan sebagai penolakan untuk berpartisipasi,” demikian pernyataan dari dewan etika Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dikutip dari Goal.

“Salah satu dari dua hal, entah hipotesis yang tak berdasar dan kami mengundang kalian untuk segera mengekspresikan diri demi membungkam rumor ini.

“Atau memang rumornya benar. Jika demikian, maka kami meminta Anda untuk menyadari dampak dari tindakan Anda dan kesalahan yang sangat serius yang telah dilakukan.

“Dalam menolak untuk ambil bagian dalam inisiatif kolektif maka Anda membenarkan tindakan diskriminatif, dan tidak hanya kontra kepada komunitas LGBTQI+.”

Baca Juga:

Idrissa Gueye mendapatkan dukungan

Idrissa Gueye masih belum membuka suara perihal kasus ini, namun mendapatkan sejumlah dukungan termasuk dari Presiden negara asalnya Senegal, Macky Sall.

“Saya mendukung Idrissa Gana Gueye. Keyakinan keagamaannya harus dihormati,” demikian pernyataan yang dirilis di media sosialnya.

Gelandang Crystal Palace, Cheikhou Kouyate, juga mengutarakan dukungan kepada eks pemain Everton tersebut, dengan menyebutnya sebagai “pria sejati”.

Namun Kouyate malah ikut kena masalah, dengan manajer Palace, Patrick Vieira, berjanji untuk menyelidikinya.

“Jika memang demikian, saya akan berbicara dengan Cheikhou tentang itu. Itu akan menjadi sebuah percakapan internal,” katanya.

Cheikhou Kouyate (Image: Getty)

Continue Reading

Champion & UEFA

Kevin Trapp Jadi Pahlawan, Eintracht Frankfurt Juarai Liga Europa

Published

on

By

Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp menampilkan performa yang patut dikenang ketika Eintracht Frankfurt berhasil mengalahkan Rangers lewat adu penalti di final Liga Europa pada Kamis (19/5) dini hari tadi WIB.

Tak hanya menggagalkan penalti Aaron Ramsey pada saat adu penalti, namun juga karena sejumlah penyelamatannya, termasuk di babak perpanjangan waktu.

Eintracht Frankfurt rayakan trofi Liga Europa (Image: Twitter)

Frankfurt sempat tertinggal lebih dulu karena gol Joe Aribo pada menit ke-57, yang memaksimalkan serangkaian kesalahan lini pertahanan tim asal Jerman tersebut.

Namun, Rafael Santos Borre berhasil menyetarakan kedudukan pada 12 menit kemudian untuk Eintracht Frankfurt, setelah memaksimalkan umpan dari Filip Kostic.

Rafael Santos Borre usai mencetak gol (Image: Twitter)

Kedua tim saling menjual-beli serangan hingga akhir, namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Seluruh eksekutor penalti berhasil melaksanakan tugasnya, hanya Aaron Ramsey yang gagal, namun itu juga disebabkan oleh kegemilangan Trapp.

Baca Juga:

Gelar Eropa pertama setelah 42 tahun untuk Eintracht Frankfurt

Kevin Trapp berada dalam periode keduanya di Frankfurt setelah tiga musim yang dihabiskan di antara 2015 hingga 2018 sebelum dia hengkang ke Paris Saint-Germain.

Sang penjaga gawang timnas Jerman memberikan trofi pertama kepada Eintracht Frankfurt setelah 42 tahun, gelar Eropa pertama bagi mereka sejak menjuarai Piala UEFA pada musim 1979/1980.

Continue Reading

Trending