Surat Pernyataan Bagi Pelanggar PSBB Kini Wajib Diisi

Pelaksaan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) DKI Jakarta telah berjalan selama empat hari, pelanggar PSBB kini mulai mengisi surat pernyataan untuk tidak kembali melanggar ketentuan PSBB. 

Surat Pernyataan Bagi Pelanggar PSBB Kini Wajib Diisi

Warta.com - Pelaksaan Pembatasan Sosial Beskala Besar (PSBB) DKI Jakarta telah berjalan selama empat hari, pelanggar PSBB kini mulai mengisi surat pernyataan untuk tidak kembali melanggar ketentuan PSBB. 

Pelanggaran PSBB antara lainnya seperti, berboncengan saat berkendara sepeda motor, tidak menggunakan masker saat berkendara dan lainnya. 

Dislantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, sebelum mengisi surat pernyataan, pelanggar PSBB terlebih dulu mengisi blanko yang berisi identitas pelanggar dan pasal PSBB yang dilanggar. 

"Hari ini kita lakukan teguran bagi yang melanggar ketentuan tersebut. Kita berhentikan kemudian mengisi blanko. Blankonya bentuknya kaya surat tilang, ada nama, identitas, kemudian ada pasal dalam PSBB apa yang dilanggar," Ujar Sambodo. 

"Terakhir yang penting adalah ada pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya," tambahnya 

Sambodo juga menambahkan terkait perlanggar PSSB yang hingga hari ke empat jumlah pelanggar menurun drastis. Para pengendara sudah mulai memahami penggunaan masker guna mencegah penyebaran virus corona. 

"Kita juga bisa melihat seperti aturan pelaksanaan PSBB itu sudah mulai dipahami masyarakat. Sudah mulai sedikit sekali yang melanggar, yang tidak memakai masker," katanya

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta resmi menerapkan status PSBB selama 14 hari mulai hari Jumat (10/4/20) hingga 23 April 2020. 

Masyarakat Jakarta diminta untuk mematuhi PSBB demi memutus rantai penularan virus corona. 

Berdasarkan data terakhir yang disampaikan oleh pemerintah pusat, Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 4.241 orang diantaranya 373 orang meninggal dan 359 orang dinyatakan sembuh.