Connect with us

Terkini

Antisipasi Saat Daring, Ini Tiga Cara Menjaga Kesehatan Mata

Published

on

Kesehatan Mata

Segala aktivitas yang kita lakukan setiap hari memerlukan peran mata sebagai indra penglihatan. Oleh sebab itu, fungsi mata sangat penting bagi manusia. Namun, sering kali kita menyepelekan dan melupakan pentingnya kesehatan mata.

Salah satu kegiatan yang banyak menggunakan peran mata dalam sehari-hari adalah menatap layar gadget saat kita bekerja atau sekolah secara daring.

Jika mata dibiarkan terus-menerus menatap layar gadget tanpa istirahat, bukan tidak mungkin fungsi dan kesehatan mata akan menurun.

Untuk menjaga kesehatan mata agar tetap prima, berikut tiga cara kemampuan melihat serta memelihara kesehatan mata.

Mengonsumsi Makanan Bergizi

Cara pertama untuk menjaga kesehatan mata kita adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi gizi. Pilihlah makanan dengan sumber tinggi asam lemak omega-3, zink, vitamin A, vitamin C, vitamin E, hingga karotenoid. Lebih baik lagi jika salah satu makanan tersebut dapat dikonsumsi setiap hari.

Beberapa makanan yang sehat untuk mata, antara lain wortel, jeruk, sayuran berdaun hijau (bayam, sawi, brokoli, lobak hijau), kacang-kacangan, telur, ikan berlemak (salmon, tuna, sarden), dan masih banyak lagi.

Hindari Penggunaan Gawai Terlalu Lama

Menatap layar gadget terlalu lama dapat menyebabkan mata menjadi lelah. Gejala mata lemah, antara lain sakit kepala, nyeri leher, sakit pada bahu dan punggung, mata kering, serta pandangan menjadi kabur.

Jika sedang berkegiatan menggunakan gadget, entah itu komputer, laptop, atau handphone, istirahatkan mata dengan mengalihkan pandangan selama 20 detik dalam jangka waktu 20 menit sekali. Dalam waktu 2 jam, paling tidak mata diistirahatkan selama 15 menit.

Baca Juga:

Atur Pencahayaan Ruangan

Jika sedang beraktivitas di dalam ruangan, mengatur pencahayaan sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi, produktivitas, dan semangat bekerja. Selain itu, pencahayaan ruangan yang baik juga dapat memelihara kesehatan mata.

Pencahayaan yang terlalu silau atau remang-remang dapat membuat mata menjadi lelah dan kering akibat jarang berkedip.

Pengaturan pencahayaan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kesehatan masa. Orang yang memiliki masalah pada mata, seperti minus, plus, silinder atau pun gangguan, seperti katarak dan glukoma, mungkin butuh pengaturan cahaya khusus.

Terkini

Inggris Temukan Empat Kasus Cacar Monyet Langka di London

Published

on

By

Cacar monyet

Otoritas kesehatan Britania Raya mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi empat kasus yang “langka dan tidak biasa” untuk penyakit cacar monyet yang muncul di London. Mereka yang terjangkit diklaim tak punya sejarah bepergian ke negara-negara Afrika, tempat beredarnya endemi serupa.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin (16/5) kemarin, Badan Kesehatan dan Keamanan Britania Raya mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan bagaimana orang-orang ini bisa terinfeksi dan apakah mereka memiliki kaitan satu sama lain.

Daily Pakistan

Ketiga orang yang terjangkit ada di London sedangkan satu lainnya di timur laut Inggris. Kesamaan mereka adalah mereka semua diidentifikasi sebagai gay, biseksual, atau pria yang pernah melakukan seks dengan pria lain.

Pada pekan lalu, Britania melaporkan tiga kasus baru cacar monyet, termasuk dua orang yang hidup serumah dan yang lainnya pernah bepergian ke Nigeria, tempat penyakit itu menjadi endemi pada binatang.

“Bukti mengindikasikan bahwa mungkin ada penularan virus cacar monyet dalam komunitas, menyebar lewat kontak dekat,” kata Dr Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis untuk Badan Kesehatan dan Keamanan Britania Raya, dikutip dari South China Morning Post.

“Kami mendesak secara khusus orang-orang yang gay dan biseksual untuk menyadari ruam atau luka yang tidak biasa dan untuk mengontak pelayanan kesehatan seksual tanpa menunda.”

Baca Juga:

Sekilas tentang cacar monyet

Cacar monyet adalah penyakit menular yang biasanya menyebar dengan menyentuh atau digigit oleh binatang liar yang terinfeksi, seperti monyet atau tupay di Afrika bagian barat dan tengah.

DBP News

Penyakit ini biasanya tidak mudah menyebar di antara manusia, namun otoritas kesehatan Britania mengatakan bahwa itu memungkinkan jika ada kontak yang sangat dekat dengan orang terinfeksi. Cacar monyet biasanya tidak dikenal untuk menular lewat aktivitas seksual.

Continue Reading

Featured

3 Metode Eksekusi Mati Paling Sadis di Era Romawi

Published

on

By

metode eksekusi mati

Di zaman yang modern ini, metode eksekusi mati biasanya dilakukan dengan cara menembak bagian jantung, penggal kepala atau bahkan dengan suntik mati. Namun, pernahkah kalian mengetahui metode eksekusi mati yang dilakukan di era Romawi kuno?

Pada zaman Romawi kuno, metode eksekusi mati yang pernah dilakukan terbilang sangat sadis untuk menyebabkan kematian bagi para tindak kejahatan. Misalnya, para tindak kejahatan akan dilemparkan dari tebing yang tinggi hingga bahkan dituangkan cairan panas ke tenggorokan.

Lantas apa saja metode eksekusi mati lainnya yang terbilang cukup sadis? Yuk simak penjelasannya di bawah ini sebagaimana dikutip dari National Geographic.

Baca Juga:

Metode eksekusi mati: Dilempar dari ketinggian 80 kaki

Ilustrasi (National Geographic)

Di zaman Romawi kuno, bagi para tindak kejahatan seperti pembunuh, pengkhianat dan budak pencuri akan dilempar dari tebing setinggi 80 kaki atau 24,384 meter. Dimana, para tindak kejahatan akan diterjunkan secara bebas dan akan tewas seketika saat membentur dasar dari tebing.

Adapun, tebing yang terkenal sebagai tempat eksekusi mati tersebut adalah Batu Tarepeian (Tarpeian Rock).

Poena cullei

Ilustrasi (National Geographic)

Metode ekseksusi mati berikutnya disebut dengan Poena cullei atau hukuman karung. Hukuman ini dijatuhkan kepada orang yang telah membunuh orang tuanya.

Orang tersebut akan dimasukkan ke dalam karung berbahan kulit bersamaan dengan beberapa hewan seperti, anjing, monyet, dan ular. Kemudian, diikat dan selanjutnya dibuang ke air yang dalam.

Hukuman ini terkenal pada masa pemerintahan Kaisar Hadrianus dan sempat berhenti sekitar abad ke-3 Masehi saat pemerintahan Kaisar Konstantinus. Namun, metode ini dilanjutkan kembali pada masa pemerintahan Kaisar Yustinus.

Cairan emas yang dituangkan ke Tenggorokan

Metode ekseksusi mati ini pernah diberlakukan kepada Jenderal Romawi Marcus Liciunus Crassus karena memiliki rasa haus akan kekayaan.

Dalam metode ini, orang yang bersalah akan dituangkan sebatang emas cair ke dalam tenggorokannya sehingga menyebabkan kematian. Panas yang dihasilkan oleh lelehan emas akan mengakibatkan tenggorokan serta organ tubuh lainnya terbakar dan akhirnya mati dengan cara yang amat menyiksa.

Meskipun terkenal sangat kejam, metode ini telah diadopsi oleh kerajaan-kerajaa lain selain Romawi untuk menghukum orang-orang yang bersalah.

Continue Reading

Terkini

Banyak Dilakukan ke Hewan, Akankah Kloning Manusia Bisa Terwujud?

Published

on

By

kloning manusia

Kloning manusia menjadi hal yang menarik untuk dibahas setelah sebelumnya pada tahun 1996 para peneliti berhasil mengkloning mamalia pertama di dunia, yaitu domba Dolly.

Domba Dolly merupakan hasil kloning dari sel kelenjar susu domba berumur enam tahun dan dikultur di laboratorium menggunakan jarum mikroskopis.

Setelah menghasilkan sejumlah telur dari hasil kultur tersebut, telur kemudian ditanamkan ke dalam domba betina pengganti dan melahirkan satu domba yang diberi nama Dolly.

Dengan begitu, para peneliti pendukung menyebut bahwa hal ini menjadi kemajuan ilmu kedokteran dan suatu saat kloning pada manusia juga bisa terwujud.

Baca Juga:

Apa itu kloning?

Domba Dolly, mamalia pertama di dunia yang lahir dari hasil kloning (Wikipedia)

Sebelum menyelam lebih dalam, menurut National Human Genome Research Institute (NHGRI) yang dikutip dari laman Detik, kloning merupakan suatu proses untuk menghasilkan salinan genetik dari suatu entitas biologi. Selain itu, kloning juga dapat dimodifikasi sehingga menghasilkan individu baru yang lebih sempurna.

Kloning manusia akan menggunakan Teknik kloning reproduksi

Ilustrasi (Unsplash/Warren Umoh)

Dilansir dari laman Detik, kloning pada manusia kemungkinan besar nantinya akan menggunakan teknik kloning reproduksi. Dimana, teknik ini akan menggunakan DNA dari sel kulit yang diletakan pada sel telur pendonor yang sudah diangkat DNA-nya. Kemudian, diletakkan di dalam tabung reaksi.

Setelah telur mulai mengalami perkembangan, telur akan diambil dan ditanamkan ke dalam rahim wanita dewasa.

Kontra terkait kloning manusia

Ilustrasi (Hipwee)

Kendati demikian, banyak yang menentang terkait dilakukannya kloning pada manusia. Selain tidak etis, kloning manusia dinilai terlalu berisiko.

Menurut Professor hukum dan genetika dari Universitas Stanford, kloning pada manusia dapat menimbulkan sejumlah masalah psikologis, sosial dan fisiologis. Selain itu, kloning juga dapat menyebakan kemungkinan kematian yang tinggi.

Sebetulnya, kloning manusia bisa saja terwujud mengingat perkembangan teknologi saat ini sudah jauh berkembang. Namun, peneliti masih menimbang perihal risiko dan juga keetisan terkait kloning manusia. Selain itu, kloning manusia juga dianggap melanggar prinsip-prinsip martabat manusia, kebebasan dan kesertaran.

Continue Reading

Trending