Connect with us

Terkini

K.O! Azka Corbuzier Berhasil Taklukkan Vicky Prasetyo

Published

on

Azka Corbuzier

Azka Corbuzier berhasil taklukan Vicky Prasetyo dalam adu tinju yang bertajuk Close The Door Corbuzier Game On yang digelar pada Kamis (31/3).

Sebagaimana dilansir dari m.liputan6.com, Azka Corbuzier memang mampu mendominasi selama pertandingan berlangsung. Beberapa kali Azka mendapatkan poin berkat tinju nya yang sukses mengarah ke bagian kepala dan perut dari Vicky Prasetyo.

Suasana setelah pertandingan (YouTube/Dedy Corbuzier)

Baca Juga:

Walaupun begitu, hal tersebut tidak menjadikan sang gladiator cinta runtuh. Ia masih tetap bangkit meski sempat terkapar oleh pukulan dari Azka Corbuzier yang terus menghunjam tubuh Vicky Prasetyo.

Tidak berselang lama, di ronde kedua Vicky Prasetyo alami cedera lutut yang menyebabkan pertandingan harus berakhir.

Lebih lanjut, tim paramedis segera meluncur memberikan pertolongan untuk cedera yang dialami olehnya.

Azka Corbuzier pemuda terkuat

Azka keluar sebagai pememnang (YouTube/Dedy Corbuzier)

Akhirnya, wasit serta juri memutuskan untuk mengangkat Azka sebagai pemenang dalam pertandingan panas kali ini.

Sementara itu, Vicky mengatakan Azka merupakan sosok pemuda terkuat yang pernah dia hadapi selama ini.

“Azka pemuda terkuat saat ini di Indonesia, saya sudah merasakan,” katanya.

Terkini

Peneliti Temukan Virus Hendra, Ancaman Baru?

Published

on

By

virus hendra

Belum selesai COVID-19 dan hepatitis misterius yang tidak diketahui penyebabnya, kini dunia kembali heboh dengan ditemukannya virus Hendra.

Dilansir dari laman Detik, seorang peneliti bernama Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, Griffith University Australia menyebutkan, virus Hendra berpotensi untuk menular ke kuda dan manusia.

“Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia,” katanya.

Baca Juga:

Menurut Peel, virus Hendra yang dibawa oleh kelelawar abu-abu sebelumnya tidak memiliki risiko tinggi untuk menularkan virus. Namun, berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukannya, virus tersebut terbukti berisiko menularkan pada kuda dan manusia.

“Perkembangan kelelawar berkepala abu-abu di wilayah New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra. Tetapi bukti terbaru menunjukan ada risiko penularan virus Hendra pada kuda dan pengasuhnya [manusia],” ungkapnya.

Apa itu virus Hendra?

Ilustrasi (Media Indonesia)

Virus Hendra merupakan zoonosis penyakit yang dapat ditularkan ke manusia dan hewan. Adapun, penyakit ini sempat muncul di tahun 1994 dan 2016.

Berdasarkan jurnal Emerging Infectious Disease, varian baru virus ini terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu, yang tersebar di Australia bagian utara-tengah hingga Queensland tenggara.

Sementara itu, peneliti dari Griffith University Australia yang dipimpin oleh Alison Peel menemukan, bahwa varian baru dari virus ini dapat menular ke kuda dan manusia.

Walaupun demikian, virus ini lebih banyak menyerang kuda dibanding manusia. Tercatat, sebanyak 65 kuda telah terinfeksi dan empat dari tujuh orang manusia yang terinfeksi meniggal dunia.

Lebih lanjut, menurut Peel, varian baru virus Hendra (HeV-g2) dominan berkembang pada musim dingin antara Mei hingga akhir Agustus.

“Varian HeV-g2 terdeteksi berkembang di semua musim, namun dominan pada bulan-bulan yang lebih dingin antar akhir Mei hingga akhir Agustus,” ungkap Peel.

Apa saja gejalanya?

Ilustrasi (Detik)

Mengutip dari laman Detik, gejala akan muncul setelah lima sampai 21 hari kontak erat dengan hewan yang terinfeksi. Lalu apa saja gejalanya?

  • Batuk
  • Demam
  • Kelelahan
  • Kepala terasa sakit
  • Sakit tenggorokan
  • Kejang-kejang
  • Sulit bernafas
  • Rasa kantuk yang tidak biasa

Bagaimana cara penularan virus Hendra?

Ilustrasi (Unsplash/Lucia Macedo)

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan penularan dapat terjadi dari manusia ke manusia. Adapun, penularan dapat terjadi dari hewan terinfeksi seperti kuda yang melakukan kontak erat dengan manusia.

Pertama, manusia akan terinfeksi apabila terkena cairan dari tubuh kuda yang terinfeksi. Lalu, melakukan otopsi kuda tanpa mengenakan alat pelindung yang memupuni. Terakhir, terekena droplet atau sekresi pernapasan.

Continue Reading

Terkini

Setelah Inggris, Kasus Cacar Monyet Langka Ditemukan di Spanyol dan Portugal

Published

on

By

Cacar monyet

Spanyol dan Portugal telah mendeteksi lebih dari 40 kasus suspek cacar monyet yang tak biasanya ditemukan di Eropa, dengan kedua wabah terjadi di ibu kota kedua negara, Madrid dan Lisbon.

Pengumuman itu dirilis pada hari Rabu (18/5) kemarin, hanya beberapa hari setelah otoritas kesehatan Britania Raya menemukan tujuh kasus pada bulan ini.

Temuan awal oleh otoritas kesehatan telah mencatat bahwa infeksi ini mungkin terjadi karena kontak seksual, selagi mencatut bahwa mereka yang terinfeksi biasanya adalah gay atau biseksual. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana penyakit ini menular.

Image: metro charity

“Secara umum, penularannya terjadi karena percikan pernapasan, namun karakteristik dari ke-23 terduga infeksi menekankan bahwa itu ditularkan lewat cairan tubuh selama aktivitas seksual,” demikian pernyataan resmi dari otoritas, sebagaimana dikutip dari NDTV.

“Mereka semua adalah pria dewasa muda dan sebagian besar dari mereka memiliki hubungan seksual dengan pria lain, namun tidak semuanya,” kata Elena Andradas, Kepala Kesehatan Publik Madrid, kepada radio Cadena Ser.

Ada 20 kasus cacar monyet lain yang ditemukan di Lisbon, sebagaimana yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Portugal.

Image: Yahoo

Serupa dengan penemuan di negara-negara terdahulu, Portugal juga menemukan bahwa penyakit ini hanya menjangkiti pria.

“Semua kasus terjadi kepada pria, mayoritas dari mereka masih muda, yang memiliki luka seperti bisul,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Baca Juga:

Cacar monyet yang aneh

Cacar monyet telah dinyatakan sebagai endemi di Afrika bagian tengah dan barat. Dari empat kasus pertama yang ditemukan di Inggris, hanya satu yang pernah tercatat berkunjung ke Nigeria, sedangkan tiga lainnya tidak.

Keempat kasus yang ditemukan di Britania Raya pun mencatut bahwa para pria yang terinfeksi mengaku pernah melakukan seks dengan pria lain atau mengidentifikasikan dirinya sebagai gay atau biseksual.

Continue Reading

Terkini

Inggris Temukan Empat Kasus Cacar Monyet Langka di London

Published

on

By

Cacar monyet

Otoritas kesehatan Britania Raya mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi empat kasus yang “langka dan tidak biasa” untuk penyakit cacar monyet yang muncul di London. Mereka yang terjangkit diklaim tak punya sejarah bepergian ke negara-negara Afrika, tempat beredarnya endemi serupa.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin (16/5) kemarin, Badan Kesehatan dan Keamanan Britania Raya mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan bagaimana orang-orang ini bisa terinfeksi dan apakah mereka memiliki kaitan satu sama lain.

Daily Pakistan

Ketiga orang yang terjangkit ada di London sedangkan satu lainnya di timur laut Inggris. Kesamaan mereka adalah mereka semua diidentifikasi sebagai gay, biseksual, atau pria yang pernah melakukan seks dengan pria lain.

Pada pekan lalu, Britania melaporkan tiga kasus baru cacar monyet, termasuk dua orang yang hidup serumah dan yang lainnya pernah bepergian ke Nigeria, tempat penyakit itu menjadi endemi pada binatang.

“Bukti mengindikasikan bahwa mungkin ada penularan virus cacar monyet dalam komunitas, menyebar lewat kontak dekat,” kata Dr Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis untuk Badan Kesehatan dan Keamanan Britania Raya, dikutip dari South China Morning Post.

“Kami mendesak secara khusus orang-orang yang gay dan biseksual untuk menyadari ruam atau luka yang tidak biasa dan untuk mengontak pelayanan kesehatan seksual tanpa menunda.”

Baca Juga:

Sekilas tentang cacar monyet

Cacar monyet adalah penyakit menular yang biasanya menyebar dengan menyentuh atau digigit oleh binatang liar yang terinfeksi, seperti monyet atau tupay di Afrika bagian barat dan tengah.

DBP News

Penyakit ini biasanya tidak mudah menyebar di antara manusia, namun otoritas kesehatan Britania mengatakan bahwa itu memungkinkan jika ada kontak yang sangat dekat dengan orang terinfeksi. Cacar monyet biasanya tidak dikenal untuk menular lewat aktivitas seksual.

Continue Reading

Trending