Connect with us

Terkini

Inovasi Terbaru Membunuh Virus Covid-19, Nose Sanitizer Segera Hadir di Indonesia

Published

on

Virus Covid-19

Salah satu jalur masuk virus Covid-19 ke dalam tubuh adalah saluran pernapasan. Oleh sebab itu, perlu mewaspadai dan meminimalisir masuknya virus dari saluran pernapasan ke dalam tubuh.

Merebaknya pandemi virus Covid-19 di seluruh dunia dalam jangka waktu yang tidak singkat, akhirnya melahirkan ide-ide cemerlang dan inovasi baru untuk membasmi virus.

Perusahaan dari Kanada bernama Sanotize menghadirkan inovasi baru membasmi virus yang masuk melalui saluran pernapasan, yaitu Enovid yang merupakan nose sanitizer. Nose Sanitizer adalah produk untuk membersihkan hidung.

Dengan hadirnya produk nose sanitizer, diharapkan masyarakat dapat melakukan penanganan dan prevensi penularan semua jenis varian virus, termasuk virus Covid-19.

“Enovid, produk dari perusahaan Canada Bernama Sanotize, menggunakan teknologi yang sudah dipatenkan dan telah lolos uji klinis di Inggris sebagai alat spray hidung pertama di dunia yang terbukti dapat membunuh virus Covid-19 di kondisi lab dalam waktu dua menit,” ujar Chris Miller, Co-founder Sanotize, pada Minggu (30/1/2022).

Chris Miller juga mengatakan rahasia dibalik Enovid adalah Nitric Oxide yang dalam kadar terukur terbuat saat spray disemprotkan.

Baca Juga:

“Enovid nose sanitizer menggunakan teknologi yang sudah dipatenkan, saat disemprotkan selalu menciptakan nitric oxide yang fresh sehingga kemampuan membunuh virusnya tetap kuat,” papar Chris Miller.

Lebih lanjut, Chris Miller menjelaskan bahwa viral load berkurang 95 persen dalam waktu 24 jam dan 99,99 persen dalam waktu 72 jam ketika produk tersebut diuji coba pada pasien yang terpapar virus Covid-19. Uji coba produk inovasi ini dilakukan di Inggris.

Keberadaan Enovid ini sudah ramai diperbincangkan oleh masyarakat. Saat ini, Enovid sudah hadir di berbagai negara, seperti Thailand, Israel, dan Bahrain serta sudah terdaftar dalam program pemerintah.

Tersiar kabar bahwa Enovid akan segera hadir di Indonesia. Diperkirakan Enovid resmi masuk ke Indonesia dalam waktu dekat ini, saat kasus Covid-19 melonjak.

Dengan hadirnya solusi Enovid, masyarakat diharapkan dapat mengaksesnya dengan mudah dalam rangka penanganaan dan mencegah penularan semua jenis virus, termasuk virus Covid-19.

 

Terkini

Peneliti Temukan Virus Hendra, Ancaman Baru?

Published

on

By

virus hendra

Belum selesai COVID-19 dan hepatitis misterius yang tidak diketahui penyebabnya, kini dunia kembali heboh dengan ditemukannya virus Hendra.

Dilansir dari laman Detik, seorang peneliti bernama Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, Griffith University Australia menyebutkan, virus Hendra berpotensi untuk menular ke kuda dan manusia.

“Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu, mengungkapkan bagaimana varian virus ini menular ke kuda dan manusia,” katanya.

Baca Juga:

Menurut Peel, virus Hendra yang dibawa oleh kelelawar abu-abu sebelumnya tidak memiliki risiko tinggi untuk menularkan virus. Namun, berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukannya, virus tersebut terbukti berisiko menularkan pada kuda dan manusia.

“Perkembangan kelelawar berkepala abu-abu di wilayah New South Wales, Victoria dan Australia Selatan, biasanya tidak dianggap berisiko tinggi untuk menularkan virus Hendra. Tetapi bukti terbaru menunjukan ada risiko penularan virus Hendra pada kuda dan pengasuhnya [manusia],” ungkapnya.

Apa itu virus Hendra?

Ilustrasi (Media Indonesia)

Virus Hendra merupakan zoonosis penyakit yang dapat ditularkan ke manusia dan hewan. Adapun, penyakit ini sempat muncul di tahun 1994 dan 2016.

Berdasarkan jurnal Emerging Infectious Disease, varian baru virus ini terdeteksi dalam urin kelelawar berkepala hitam dan abu-abu, yang tersebar di Australia bagian utara-tengah hingga Queensland tenggara.

Sementara itu, peneliti dari Griffith University Australia yang dipimpin oleh Alison Peel menemukan, bahwa varian baru dari virus ini dapat menular ke kuda dan manusia.

Walaupun demikian, virus ini lebih banyak menyerang kuda dibanding manusia. Tercatat, sebanyak 65 kuda telah terinfeksi dan empat dari tujuh orang manusia yang terinfeksi meniggal dunia.

Lebih lanjut, menurut Peel, varian baru virus Hendra (HeV-g2) dominan berkembang pada musim dingin antara Mei hingga akhir Agustus.

“Varian HeV-g2 terdeteksi berkembang di semua musim, namun dominan pada bulan-bulan yang lebih dingin antar akhir Mei hingga akhir Agustus,” ungkap Peel.

Apa saja gejalanya?

Ilustrasi (Detik)

Mengutip dari laman Detik, gejala akan muncul setelah lima sampai 21 hari kontak erat dengan hewan yang terinfeksi. Lalu apa saja gejalanya?

  • Batuk
  • Demam
  • Kelelahan
  • Kepala terasa sakit
  • Sakit tenggorokan
  • Kejang-kejang
  • Sulit bernafas
  • Rasa kantuk yang tidak biasa

Bagaimana cara penularan virus Hendra?

Ilustrasi (Unsplash/Lucia Macedo)

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan penularan dapat terjadi dari manusia ke manusia. Adapun, penularan dapat terjadi dari hewan terinfeksi seperti kuda yang melakukan kontak erat dengan manusia.

Pertama, manusia akan terinfeksi apabila terkena cairan dari tubuh kuda yang terinfeksi. Lalu, melakukan otopsi kuda tanpa mengenakan alat pelindung yang memupuni. Terakhir, terekena droplet atau sekresi pernapasan.

Continue Reading

Terkini

Setelah Inggris, Kasus Cacar Monyet Langka Ditemukan di Spanyol dan Portugal

Published

on

By

Cacar monyet

Spanyol dan Portugal telah mendeteksi lebih dari 40 kasus suspek cacar monyet yang tak biasanya ditemukan di Eropa, dengan kedua wabah terjadi di ibu kota kedua negara, Madrid dan Lisbon.

Pengumuman itu dirilis pada hari Rabu (18/5) kemarin, hanya beberapa hari setelah otoritas kesehatan Britania Raya menemukan tujuh kasus pada bulan ini.

Temuan awal oleh otoritas kesehatan telah mencatat bahwa infeksi ini mungkin terjadi karena kontak seksual, selagi mencatut bahwa mereka yang terinfeksi biasanya adalah gay atau biseksual. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana penyakit ini menular.

Image: metro charity

“Secara umum, penularannya terjadi karena percikan pernapasan, namun karakteristik dari ke-23 terduga infeksi menekankan bahwa itu ditularkan lewat cairan tubuh selama aktivitas seksual,” demikian pernyataan resmi dari otoritas, sebagaimana dikutip dari NDTV.

“Mereka semua adalah pria dewasa muda dan sebagian besar dari mereka memiliki hubungan seksual dengan pria lain, namun tidak semuanya,” kata Elena Andradas, Kepala Kesehatan Publik Madrid, kepada radio Cadena Ser.

Ada 20 kasus cacar monyet lain yang ditemukan di Lisbon, sebagaimana yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Portugal.

Image: Yahoo

Serupa dengan penemuan di negara-negara terdahulu, Portugal juga menemukan bahwa penyakit ini hanya menjangkiti pria.

“Semua kasus terjadi kepada pria, mayoritas dari mereka masih muda, yang memiliki luka seperti bisul,” demikian bunyi pengumuman tersebut.

Baca Juga:

Cacar monyet yang aneh

Cacar monyet telah dinyatakan sebagai endemi di Afrika bagian tengah dan barat. Dari empat kasus pertama yang ditemukan di Inggris, hanya satu yang pernah tercatat berkunjung ke Nigeria, sedangkan tiga lainnya tidak.

Keempat kasus yang ditemukan di Britania Raya pun mencatut bahwa para pria yang terinfeksi mengaku pernah melakukan seks dengan pria lain atau mengidentifikasikan dirinya sebagai gay atau biseksual.

Continue Reading

Terkini

Inggris Temukan Empat Kasus Cacar Monyet Langka di London

Published

on

By

Cacar monyet

Otoritas kesehatan Britania Raya mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi empat kasus yang “langka dan tidak biasa” untuk penyakit cacar monyet yang muncul di London. Mereka yang terjangkit diklaim tak punya sejarah bepergian ke negara-negara Afrika, tempat beredarnya endemi serupa.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Senin (16/5) kemarin, Badan Kesehatan dan Keamanan Britania Raya mengatakan bahwa mereka telah melakukan penyelidikan bagaimana orang-orang ini bisa terinfeksi dan apakah mereka memiliki kaitan satu sama lain.

Daily Pakistan

Ketiga orang yang terjangkit ada di London sedangkan satu lainnya di timur laut Inggris. Kesamaan mereka adalah mereka semua diidentifikasi sebagai gay, biseksual, atau pria yang pernah melakukan seks dengan pria lain.

Pada pekan lalu, Britania melaporkan tiga kasus baru cacar monyet, termasuk dua orang yang hidup serumah dan yang lainnya pernah bepergian ke Nigeria, tempat penyakit itu menjadi endemi pada binatang.

“Bukti mengindikasikan bahwa mungkin ada penularan virus cacar monyet dalam komunitas, menyebar lewat kontak dekat,” kata Dr Susan Hopkins, Kepala Penasihat Medis untuk Badan Kesehatan dan Keamanan Britania Raya, dikutip dari South China Morning Post.

“Kami mendesak secara khusus orang-orang yang gay dan biseksual untuk menyadari ruam atau luka yang tidak biasa dan untuk mengontak pelayanan kesehatan seksual tanpa menunda.”

Baca Juga:

Sekilas tentang cacar monyet

Cacar monyet adalah penyakit menular yang biasanya menyebar dengan menyentuh atau digigit oleh binatang liar yang terinfeksi, seperti monyet atau tupay di Afrika bagian barat dan tengah.

DBP News

Penyakit ini biasanya tidak mudah menyebar di antara manusia, namun otoritas kesehatan Britania mengatakan bahwa itu memungkinkan jika ada kontak yang sangat dekat dengan orang terinfeksi. Cacar monyet biasanya tidak dikenal untuk menular lewat aktivitas seksual.

Continue Reading

Trending