Connect with us

Terkini

Lima Film Paling Ditunggu di Tahun 2022

Published

on

Film Paling Ditunggu di tahun 2022

Meski sudah bergulir sebulan, tidak terlalu telat untuk membuat daftar film paling ditunggu di tahun 2022 ini, bukan?

Siapa yang tidak suka menonton film? Terlepas dari apa pun genrenya masing-masing, setiap orang pasti punya film kesukaannya masing-masing.

Apakah itu film horor? Fantasy? Atau pahlawan super? Setiap orang punya seleranya masing-masing dalam menonton film.

Namun perlu diakui bahwa ada beberapa film yang lebih populer dibanding yang lainnya. Setidaknya, berikut adalah daftar film paling ditunggu oleh para penikmat film di tahun 2022.

Avatar 2

Sudah 13 tahun berlalu sejak perilisan film yang pertama, semesta Avatar rilisan James Cameron akhirnya dijadwalkan untuk ditayangkan pada tahun ini.

Avatar 1 masih menjadi film dengan pendapatan kotor tertinggi sepanjang masa. Maka, tentu menarik untuk melihat bagaimana film sekuelnya ditayangkan.

Film yang berkisah tentang alien bertubuh raksasa nan biru ini masih dibintangi oleh Sam Worthington dan Zoe Zaldana, Avatar 2 siap untuk disaksikan di bioskop kesayangan Anda pada 16 Desember 2022 mendatang.

Top Gun: Maverick

Lagi-lagi film sekuel. Namun ini jauh lebih lawas daripada Avatar. Top Gun merupakan kesukaan anak-anak muda dekade 80-an, yang dibintangi oleh Tom Cruise, Val Kilmer, dan Kelly McGills.

Pete Mitchell alias Maverick, yang diperankan oleh Tom Cruise, akan kembali ke kokpit sebagai instruktor penerbangan dalam kisah ini.

Masih dibintangi oleh Tom Cruise dan Val Kilmer, Top Gun: Maverick siap menyapa para penggemarnya pada 27 Mei 2022 mendatang.

Baca Juga: 

Black Panther: Wakanda Forever

Salah satu yang paling ditunggu oleh para penikmat Marvel Cinematic Universe (MCU), Black Panther menghebohkan dunia ketika film pertamanya dirilis tahun 2018 silam.

Kematian Chadwick Boseman, aktor pemeran T’Challa si Pangeran Wakanda, ditangisi oleh seluruh dunia pada tahun 2020 silam.

Menarik untuk ditunggu bagaimana kisah utama Black Panther tanpa sang bintang utama. Beredar spekulasi bahwa Shuri (Letitia Wright) akan mengambil alih tokoh pemeran utama dalam film ini. Teka-teki itu siap terjawab pada tanggal 11 November mendatang.

Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Inilah film Marvel yang paling ditunggu di tahun 2022. Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness diharapkan memegang peranan penting dalam alur MCU ke depannya.

Jika Anda sudah menyaksikan film Spider-Man: No Way Home, maka Anda akan tahu seberapa pentingnya peran Doctor Strange untuk keselamatan alam semesta, atau dalam hal ini: multi-alam-semesta (multiverse).

Tayang tanggal 6 Mei 2022, Benedict Cumberbatch kembali beraksi sebagai Stephen Strange untuk menyapa para penikmat MCU.

The Batman

Film paling ditunggu di tahun 2022

Beriringan dengan Marvel, DC Comics juga menghadirkan film paling ditunggu di tahun 2022 lewat The Batman.

Bruce Wayne diperankan ulang oleh Robert Pattinson, yang mengambil alih tokoh tersebut dari Ben Affleck.

Batman adalah tokoh dari DC Comics yang memiliki sangat banyak penggemar. Keberhasilan Ben Affleck dan Christian Bale sebagai pemeran sebelumnya telah menetapkan standar tinggi kepada Pattinson.

Kita akan menemukan jawaban tentang seberapa baiknya Pattinson menjadi Batman pada tanggal 4 Maret mendatang.

Featured

Senang Menyendiri Menjadi Tanda Orang Cerdas, Kok Bisa?

Published

on

By

senang menyendiri

Kebiasaan senang menyendiri bukanlah menjadi hal yang buruk, melainkan salah satu pertanda bahwa Anda adalah orang yang cerdas.

Berdasarkan studi yang dilakukan di British Journal of Psychology pada tahun 2016, yang dikutip dari laman National Geographic menjelaskan, kebanyakan orang merasa puas dan bahagia bila memiliki banyak teman, kecuali Anda adalah orang cerdas di atas IQ rata-rata.

Baca Juga:

Rasa senang menyendiri timbul akibat kecerdasan evolusi

Ilustrasi rasa senang menyendiri (Unsplash/Rifky Nur Setyadi)

Orang yang cerdas biasanya menginginkan pertemanan yang berkualitas. Sehingga, tak jarang orang cerdas terlihat lebih selektif dalam berteman atau bahkan lebih senang menyendiri.

Kendati demikian, menurut dua peneliti yaitu Normal Li dari School of Social Sciences, Singapore Management University, dan Satoshi Kanazawa di London School of Economic and Political Science, Inggris, kecerdasan evolusi menjadi dasar munculnya rasa senang untuk menyendiri.

“Analisis data ini mengungkapkan bahwa berada di sekitar kerumunan orang yang padat biasanya menyebabkan ketidakbahagiaan, sementara bersosialisasi dengan teman biasanya mengarah pada kebahagiaan—yaitu, kecuali orang tersebut sangat cerdas,” tulis para peneliti.

Individu cerdas lebih mementingkan bersosialisasi dari persahabatan

Ilustrasi (Unsplash/Geoffroy Hauwen)

Ketika memiliki suatu sirkel pertemanan, mereka cenderung hanya bergaul dengan segerombolan yang itu-itu saja. Sementara itu, orang cerdas akan mengesampingkan hal itu.

Menurut para peneliti, orang yang cerdas condong mengesampingkan sirkel pertemanan dan lebih memilih bersosialisasi lebih sering daripada orang yang cerdas.

Sehingga, wajar saja orang cerdas lebih memilih senang menyendiri karena terkadang sangat sedikit orang yang bisa berbagi dengan apa yang dirinya ketahui. Menurutnya, persahabatan yang baik bukanlah tentang kuantitas melainkan kuantitas.

Continue Reading

Featured

Rekomendasi Buku Self Improvement untuk Hadapi Kegalauan dalam Hidup

Published

on

By

Rekomendasi buku self improvement

Kegalauan adalah hal yang manusiawi. Siapa pun pasti pernah merasakan ketidakpastian dan merasa galau karenanya. Kadang untuk menghadapinya, yang kita perlukan adalah buku. Ini adalah rekomendasi buku self improvement yang bisa membantu Anda menghadapi kegalauan dalam hidup.

Entah karena merasa hidup tidak sempurna atau kisah cinta, pada suatu waktu dalam hidup kita pasti akan menghadapi situasi ini.

Bagaimanapun, yang dirasakan oleh kita pada saat galau adalah suatu hal yang sementara, namun hidup akan tetap berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Yang bisa dilakukan dalam periode ini adalah meningkatkan kualitas diri, atau self improvement. Buku-buku yang akan dibahas di sini bisa membantu Anda untuk meraihnya.

Baca Juga:

3 Rekomendasi Buku Self Improvement

1. Filosofi Teras oleh Henry Manampiring

Filosofi Teras (Image: Gramedia)

Jika mendengar kata filosofi atau filsafat, kita kadang sudah merasa ruwet duluan. Namun tenang saja, Henry Manampiring adalah seorang praktisi periklanan dan komunikasi, bukan seorang filsuf.

Dia memahami filsafat Stoikisme dan menyajikannya dalam buku Filosofi Teras dalam bahasa yang bisa dengan mudah dipahami oleh masyarakat pada umumnya.

Ini adalah buku yang bisa mengasah mental untuk para Milenial dan Gen Z yang sedang mengalami berbagai masalah sehari-hari dalam kehidupan.

2. Berani Tidak Disukai oleh Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga

Berani TIdak Disukai (Image: Gramedia)

Ini adalah buku keluaran Jepang yang menyebarkan ajaran seorang psikolog asal Austria bernama Alfred Adler yang membahas tentang fenomena modern di Jepang semacam mengisolasi diri di kamar.

Terisolasi pada usia dewasa adalah fenomena global, tak hanya di Jepang. Buku Berani Tidak Disukai merupakan tentang cara kita mencintai diri sendiri dengan tujuan untuk meraih kebahagiaan.

Seperti judulnya, sering kali kita mengabaikan apa yang diinginkan oleh diri sendiri karena mendengarkan apa kata orang. Berani Tidak Disukai adalah tentang menjadi diri sendiri.

3. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat oleh Mark Manson

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (Image: Gramedia)

Buku yang bisa memberi dampak ajaib bagi para pembacanya. Mark Manson membantu menyadarkan pembacanya agar tidak terlalu memikirkan banyak hal secara berlebihan. Bukankah overthinking adalah penyakit yang menjangkiti banyak anak muda di masa kini?

Sama halnya seperti Henry Manampiring, Manson mengambil pendekatan Stoikisme dalam buku ini. Filsafat namun tidak runyam untuk dikunyah.

Continue Reading

Featured

Kenali Speech-Delay, Permasalahan yang Sering Ditemui pada Anak

Published

on

By

Speech-Delay

Anak usia tiga bulan biasanya sudah mulai belajar berbicara. Ini merupakan salah satu fase yang penting bagi perkembangan anak.

Pada usia ini, anak akan mulai bereaksi pada ekpsresi orang di sekitarnya.

Namun, terdapat beberapa kasus ketika anak terlihat kesulitan untuk menyampaikan apa yang diinginkan dalam bentuk verbal meski sudah menginjak usia hampir dua tahun.

Kondisi inilah yang biasa disebut dengan speech-delay atau keterlambatan berbicara.

Terdapat beberapa hal yang diduga dapat menyebabkan speech-delay, dan alangkah baiknya kita mengetahui lebih banyak lagi agar bisa mendeteksi dini ketika anak kita terlihat memiliki keterlambatan berbicara.

Menurut Psikolog Dewi Retno, ada dua aspek yang menyebabkan terjadinya keterlambatan berbicara, yaitu aspek klinis dan aspek pengasuhan.

“Aspek klinis dimulai dari anak dalam kandungan sampai awal kelahiran. Misalnya, ada gangguan selama kehamilan, lahir prematur, mengalami kejang atau berat badan lahir bayi kurang, dan sebagainya,” ujar Retno.

Baca Juga:

Sementara aspek pengasuhan biasanya terjadi selamam proses mengasuh anak tersebut. Biasanya karena kurang stimulasi berbicara selama proses mengasuh.

Terkadang, orang tua atau pengasuh cenderung memberikan gadget dan membiarkan anak menonton televisi sendirian agar dia tetap diam.

Cara mencegah speech-delay

Retno menyampaikan bahwa mencegah speech-delay pada anak dapat dilakukan oleh orang tua dengan beberapa cara. Salah satunya menjaga kondisi kandungan saat fase hamil. Kondisi ibu tidak boleh stres dan harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Lalu untuk memberikan stimulasi pada anak, pengasuh diharap dapat terus berbicara dan berinteraksi dengan si anak agar ia bisa mendengar dan kemudian menirukan suara.

 

Continue Reading

Trending