Tips Berwisata ke De Djawatan Banyuwangi

anyuwangi terkenal dengan destinasi hutan yang mirip dengan film The Lord of The Rings, destinasi ini di beri nama de Djawatan Benculuk yang dihiasi barisan pohon trembesi.

Tips Berwisata ke De Djawatan Banyuwangi

Warta.com - Banyuwangi terkenal dengan destinasi hutan yang mirip dengan film The Lord of The Rings, destinasi ini di beri nama de Djawatan Benculuk yang dihiasi barisan pohon trembesi.

Para pengunjung yang berwisata ke De Djawatan, Banyuwangi. (22/9/2019)

Pohon trembesi yang menjulang tinggi akan menawarkan keunikan yang menjadikannya Instagramable sehingga di minati banyak wisatawan.

Biasanya banyak wisatawan yang berkunjung ke De Djawatan Banyuwangi pada hari libur atau akhir pekan.

Ini beberapa tips jika ingin berkunjung ke De Djawatan Banyuwangi:

  1. Pastikan rute menuju ke sana

Tips yang pertama ini khusus bagi yang belom pernah berkunjung ke De Djawatan Banyuwangi. Meskipun rute umumnya mudah tapi ada resiko kelewatan karena plang  petunjuk jalan ke De Djawatan Banyuwangi yang ukurannya kecil.

Jalan masuk De Djawatan Banyuwangi berada sebelum pertigaan Benculuk. Lokasi jalannya masuk tepatnya di sisi utara Masjid Jami’ Al-Falah Benculuk.

  1. Datang pagi atau sore hari

De Djawatan Banyuwangi buka pada jam 07.00 s/d 17.00 WIB. Tapi waktu terbaik untuk berkunjung kesana adalah pagi hari saat buka dan sore mulai pukul 15.30 WIB.

Pembagian waktu ini karena posisi matahari yang lebih kea rah timur atau barat sehingga cahaya yang terlihat seperti ditahan oleh celah batang dan daun pepohonan trambesi.

  1. Datang saat hari kerja

Setelah tau waktu yang tepat, tapi jika ingin menikmati ketenangan dan keasrian hutan trambesi De Djawatan Banyuwangi. Waktu yang terbaik datang pada Senin – Jumat, karena situasi suasana di obyek wisata akan lebih sepi.

  1. Tidak melakukan vandalisme

Ukuran Pohon trambesi yang cukup besar di De Djawatan Banyuwangi menjadi terlihat Instgrameble. Namun, keunikan ini hanya bisa dinikmati. Sebab, pengunjung tidak diperbolehkan sampai merusak atau melakukan vandalism.

Tindakan tidak terpuji tersebut akan mengurangi keindahan pesona bagaikan Hutan Fangorn di De Djawatan.