Untuk Pemudik Mulai 7 Mei 2020 Ancaman Penjara dan Denda Rp 100 juta Diberlakukan

Pemerintah telah resmi mengeluarkan aturan larangan mudik Lebaran 2020 di masa pandemi virus corona. 

Untuk Pemudik Mulai 7 Mei 2020 Ancaman Penjara dan Denda Rp 100 juta Diberlakukan

Warta.com - Pemerintah telah resmi mengeluarkan aturan larangan mudik Lebaran 2020 di masa pandemi virus corona. 

Larangan ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomer 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. 

Dalam peraturan itu tertulis bahwa larangan mudik berlaku bagi semua moda transportasi, baik udara, laut dan darat. 

Sedangkan untuk batas waktu pelaksaan larangan tersebut dimulai dari 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020 bagi transportasi darat dan laut. 

Selain melarang, Pemerintah juga menyiapkan sanksi tegas untuk masyarakat yang memaksakan diri melakukan perjalanan pulang kampung, yaitu berupa ancaman hukuman penjara selama satu tahun dan denda senilai Rp. 100 juta.

Berdasarkan Staff Ahli Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi, Umar Arif, sanksi atau denda itu mengacu pada Undang-Undang Nomer 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

"Sanksi akan mengikuti Undang-Undang Nomer 6 Tahun 2018 yang sudah tertulis dalam Pasal 93 bahwa sanksi yang terberat itu adalah denda Rp. 100 juta dan kurungan penjara selama satu tahun, perlu diingat itu ancaman hukuman," kata umar

Umar juga menambahkan, sanksi atau denda itu akan berlaku pada 7 Mei 2020, atau seusai tindakan pencegahan yang dilakukan secara persuasif yang meminta masyarakat putar balik diberlakukan dari 24 April 2020. 

Dalam teknis di lapangan nanti bukan tidak mungkin polisi akan menerapkan sanksi berupa penilaian bagi masyarakat yang masih mencoba untuk kelaur dari Jabodetabek untuk mudik. 

Diinformasikan pada hari pertama pelaksanaan larangan mudik, sudah ada 1.181 kendaraan yang ingin keluar dari Jakarta, tetapi diminta putar balik setelah melewati titik penjagaan pintu tol. 

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengungkapkan, lebih dari seribu kendaraan yang diminta untuk putar balik bagi kendaraan yang hendak meninggalkan Jakarta, baik melalui pintu tol Bitung arah Merak dan pintu tol Cikarang Barat mengarah ke Jawa Barat.